Sinergi operasional kian dipererat oleh pihak PLN UIP2B Jamali bersama jajaran PLN IP UBP Banten 3 Lontar.
JAKARTA — Unit Pelaksana Pengatur Beban DKI Jakarta dan Banten (UP2B Jakban) di bawah naungan PT PLN (Persero) Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali) memperkokoh koordinasi teknis bersama PT PLN Indonesia Power (IP) Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Banten 3 Lontar. Kebijakan strategis ini diterapkan demi memelihara ketahanan jaringan Subsistem Lontar–Balaraja 1,2–Kembangan 1,2 pada area DKI Jakarta dan Banten, agar seluruh jaringan kelistrikan dapat terus beroperasi secara terjamin, prima, serta tanggap menghadapi dinamika operasional di lapangan.
Jaringan Subsistem Lontar–Balaraja 1,2–Kembangan 1,2 memegang peranan krusial dalam struktur pasokan listrik yang mengalirkan energi ke aneka titik vital di kawasan metropolitan Jakarta dan sekitarnya. Sejumlah sarana penting tersebut meliputi kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta hingga kompleks Gelora Bung Karno (GBK). Kestabilan pasokan energi listrik menjadi faktor yang sangat mendasar demi kelancaran operasional gerbang transportasi nasional sekaligus pusat kegiatan publik tersebut.
General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan, menegaskan bahwa tata kelola sistem kelistrikan menuntut sinkronisasi yang solid antara entitas pembangkitan dan unit pengendali beban, lebih-lebih pada jaringan subsistem yang menopang area dengan intensitas kesibukan tinggi.
“Koordinasi menjadi salah satu langkah preventif yang penting untuk meningkatkan kesiapan sistem sekaligus mendukung pengambilan keputusan ketika menghadapi kondisi operasi yang membutuhkan penanganan bersama,” kata Munawwar.
Lewat agenda konsolidasi tersebut, jajaran PLN UP2B Jakban dan PLN IP UBP Banten 3 Lontar menyelaraskan visi operasional guna mendorong performa sistem yang semakin prima. Kesepakatan ini mencakup kesiapsiagaan teknis unit, tata kelola komunikasi antarpersonel, serta pemantapan koordinasi dalam merespons aneka situasi di lapangan.
Manajer PLN UP2B DKI Jakarta dan Banten, Akhmad Duli, turut menjelaskan bahwa ketangguhan pasokan listrik tercipta berkat kemitraan berkesinambungan yang dibangun pada seluruh lini kerja perseroan.
“Menjaga keandalan sistem membutuhkan sinergi yang kuat antarunit. Koordinasi seperti ini menjadi ruang untuk menyatukan persepsi, memperkuat komunikasi, serta memastikan setiap langkah operasional berjalan selaras sehingga pasokan listrik kepada masyarakat tetap terjaga dengan baik,” ujar Duli.
Pada kesempatan serupa, Manajer Operasi PLN IP UBP Banten 3 Lontar, Berlison Haloho, menyatakan bahwa keterpaduan kerja antara pos pembangkit dan sektor pengatur beban sangat esensial guna menggaransi keandalan unit generator dalam menyuplai kebutuhan sistem.
“Dari sisi pembangkitan, kami terus memastikan kesiapan unit dan menjaga komunikasi yang baik dengan UP2B. Dengan koordinasi yang dilakukan secara intensif, setiap kondisi operasi dapat diantisipasi dan ditindaklanjuti dengan cepat sehingga pembangkit dapat memberikan dukungan optimal terhadap keandalan sistem,” kata Berlison.
Berbekal penguatan integrasi kerja antarunit ini, PLN terus memacu ketahanan sistem kelistrikan yang adaptif serta kokoh. Kolaborasi lintas fungsi tersebut diharapkan sanggup mengawal kestabilan suplai setrum bagi seluruh pelanggan dan memelihara keandalan operasional ragam sarana publik strategis di kawasan DKI Jakarta dan wilayah Banten.








