Perang Dagang Mereda, AS dan China Resmi Perpanjang Gencatan Senjata hingga 10 Januari 2027

Posted on
banner 336x280

Amerika Serikat (AS) bersama China dikabarkan telah mencapai kata sepakat guna memperpanjang masa jeda sengketa tarif atau perang dagang hingga batas waktu 10 Januari 2027 mendatang. Pada ketentuan awal, masa gencatan senjata tersebut dijadwalkan bakal rampung antara November hingga tanggal 10 Januari.

Kabar penting ini disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan (Menkeu) AS, Scott Bessent, pada hari Rabu waktu setempat. Sebelumnya, Bessent bersama Wakil Perdana Menteri China, He Lifeng, menggelar agenda pertemuan dadakan di Washington pada akhir pekan lalu.

banner 468x60

"Kami berencana memperpanjang apa yang kami istilahkan sebagai ‘Perjanjian Busan’—sebuah konsensus damai sektor ekonomi bagi kedua belah pihak yang tadinya berakhir 10 November—kini diperpanjang sampai 10 Januari," tutur Bessent saat berbicara dalam siaran Fox News Channel, dikutip Kamis (24/9/2026).

Bessent memaparkan terdapat peluang dirumuskannya kerangka ekonomi yang jauh lebih komprehensif pada Januari nanti. Kendati demikian, terbuka pula opsi untuk "membekukan kesepakatan yang berjalan saat ini" sekaligus memperluas cakupannya di masa mendatang.

"Masih terdapat sejumlah pencapaian yang belum optimal dari sisi Tiongkok. Oleh karena itu, usai berdialog serta memaparkan target kami kepada pihak mereka, kami ingin memantau apakah pada beberapa bulan ke depan mereka sanggup bertindak lebih disiplin dalam menjalankan kesepakatan tersebut," ujarnya.

Pernyataan ini dipandang sebagai angin segar bagi ketahanan iklim ekonomi kedua raksasa dunia. Informasi ini mengemuka hanya berselang beberapa menit setelah lawatan Presiden China Xi Jinping dimulai, ditandai pendaratan pesawatnya di AS untuk agenda kunjungan resmi selama tiga hari.

Di samping itu, Bessent memberi sinyalemen mengenai potensi rilis kesepakatan tambahan dalam beberapa hari ke depan oleh pihak perwakilan China. Peluang kerja sama tersebut mencakup penambahan kuota impor komoditas agrikultur asal AS serta kemitraan pada industri perbankan dan jasa keuangan.

Mulai hari Minggu, Bessent beserta Kepala Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, intens bernegosiasi dengan delegasi China untuk mematangkan fondasi lawatan tingkat tinggi kenegaraan yang menyita sorotan publik ini.

Pada hari Minggu pula, Bessent dan Greer mengonfirmasi inisiatif kerja sama AS-China dalam bertukar notifikasi dini terkait serangan siber berbasis AI, utamanya yang bersinggungan langsung dengan ketahanan keamanan nasional.

"AS serta China berpeluang menentukan kelompok komoditas yang memperoleh keringanan bea masuk dalam kerangka program ‘Dewan Perdagangan Presiden Donald Trump dengan China’," papar Greer kepada awak media.

"Perkiraan kami ragam muatan yang masuk daftar tersebut mencakup produk konsumsi masyarakat serta aneka barang berteknologi sederhana asal pihak Tiongkok," ungkapnya menambahkan.

"Sedangkan dari kubu AS, mencakup komoditas pasokan energi, sektor hasil tani, perangkat medis, serta berbagai produk terkait lainnya."

Kedatangan Xi Jinping kali ini menandai lawatan kenegaraan perdananya ke AS dalam jangka waktu lebih dari satu dekade. Kabar terkait perpanjangan damai dagang ini diperkirakan disambut positif di Washington maupun Beijing, mengingat kedua belah pihak saling berperan sebagai pemasok vital bagi perputaran bisnis serta kebutuhan jutaan masyarakat di kedua negara.

banner 336x280