Jakarta, CNBC Indonesia – PT Pertamina (Persero) lewat anak usahanya, PT Pertamina Trans Kontinental (PTK), kembali menegaskan komitmen kuat dalam menjamin kelancaran penyaluran biodiesel ke pelosok nusantara menggunakan fasilitas layanan maritim yang aman, andal, serta terpadu.
Direktur Pemasaran PTK Albertus Anto Budi Santosa menjelaskan bahwa kegiatan operasional maritim yang terhubung secara komprehensif memegang peranan krusial dalam mengamankan suplai energi lintas pulau, selain juga turut menopang kemajuan ekosistem bahan bakar nabati di tanah air.
"Sebagai negara kepulauan, distribusi energi di Indonesia sangat bergantung pada konektivitas laut. PTK mengambil peran pada sisi maritim sebagai penghubung antara kapal dan terminal, sehingga pergerakan energi dapat berlangsung dengan aman, tepat waktu, dan andal. Peran ini juga menjadi bagian dari dukungan kami terhadap perkembangan ekosistem biodiesel nasional," ungkap Albertus saat berbicara pada ajang 6th Palm Biodiesel Conference 2026 di Nusa Dua, Bali, 17-18 September 2026, dilansir Selasa (22/9/2026).
Menjadi salah satu pilar Subholding Integrated Marine Logistics Pertamina, PTK mengintegrasikan operasional perkapalan bersama pelabuhan terminal energi secara berkesinambungan. Aktivitas kerja PTK menitikberatkan pada standar keselamatan, efisiensi tinggi, dan kepatuhan penuh terhadap aturan yang berlaku. Fokus lainnya mencakup kesiapan tambat lepas kapal secara aman, pelestarian lingkungan hidup, hingga penyediaan sumber daya manusia yang terampil dan tersertifikasi resmi.
"PTK mengedepankan aspek keamanan dan keandalan kinerja. Tujuan kami, supaya pelanggan PTK berjalan dengan aman, tepat waktu dan efisien, terlebih dalam distribusi biodiesel ini," tegas Albertus.
Keterlibatan PTK pada rantai pasok biodiesel terus berkembang beriringan dengan ekspansi kebijakan mandatori energi hijau tersebut. Semenjak tahap awal pemanfaatan mandatori B2,5 pada tahun 2008 silam, PTK telah aktif menyokong keterhubungan jalur laut dalam sistem pengiriman Pertamina lewat dukungan armada kapal, jasa kepelabuhanan maritim, beserta pengelolaan kapal maupun terminal bahan bakar.
Tanggung jawab itu semakin meluas memasuki 2019, bertepatan dengan lonjakan kebutuhan pengangkutan FAME demi mendukung perluasan program B20 dan ancang-ancang menyambut B30. Di waktu itu, PTK dipercaya mengoperasikan FAME Floating Storage berikut kegiatan Ship-to-Ship di perairan Balikpapan demi memperbesar daya tampung logistik sekaligus mendongkrak kelancaran pasokan ke kawasan timur nusantara.
Menghadapi kenaikan bauran bahan nabati pada masa depan, PTK siap membuka peluang kemitraan bersama banyak pemangku kepentingan guna memenuhi rantai logistik kelautan yang makin luas dan adaptif.
"PTK berkomitmen menjaga keselamatan dan keandalan logistik maritim biodiesel guna mendukung kesinambungan pasokan energi di seluruh Indonesia melalui kolaborasi yang semakin erat dengan para mitra strategis, bekerja sama dengan anggota Asosiasi Produsen Biodiesel Indonesia (APROBI)," pungkas Albertus.
