Optimalkan Modal Kerja, Antam Bangun Sistem Likuiditas Terintegrasi CMSysNP

Posted on
banner 336x280

Kelebihan likuiditas di lingkup grup dialokasikan secara strategis guna menyokong kebutuhan modal kerja perusahaan.

JAKARTA – PT Antam Tbk (ANTM) menghadirkan inovasi Cash Management System Notional Pooling (CMSysNP) demi menyatukan pengelolaan likuiditas di seluruh lini grup usahanya. Mekanisme mutakhir ini memberikan ruang bagi surplus kas di satu entitas untuk menyokong kebutuhan dana kerja entitas lain tanpa harus memindahkan dana riil secara fisik.

Sistem CMSysNP tersebut bekerja dengan cara menggabungkan posisi saldo dana kas Antam beserta seluruh entitas anak secara virtual.

Melalui penerapan skema notional pooling ini, jurang pemisah likuiditas antarentitas dapat diatur lebih padu sehingga potensi dana internal yang ada di dalam grup dapat dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan permodalan.

Direktur Utama Antam Untung Budiharto menyampaikan bahwa kehadiran CMSysNP telah merombak strategi perseroan dalam menata likuiditas maupun kebutuhan permodalan secara menyeluruh.

“Melalui SS Solutiva, Antam menunjukkan bahwa inovasi tidak hanya lahir dari sisi operasional pertambangan, tetapi juga dari pengelolaan keuangan. CMSysNP mengubah likuiditas yang sebelumnya tersebar di berbagai entitas menjadi kekuatan finansial bersama, sehingga pengelolaan kebutuhan pendanaan dapat dilakukan secara lebih efisien, terukur, dan tetap didukung tata kelola yang baik,” ujar Untung dalam siaran pers, Senin (21/9/2026).

Inisiatif pembuatan sistem baru ini bermula dari kendala manajemen kas Antam dan unit grup yang sebelumnya masih berjalan sendiri-sendiri secara terpisah. Kondisi tersebut memunculkan situasi di mana sebagian unit mengalami kelebihan kas, sementara unit usaha lainnya justru memerlukan sokongan likuiditas demi membiayai operasional dan modal kerja.

Realitas kesenjangan itu mendorong terbangunnya ekosistem pembiayaan internal dengan mendayagunakan kekuatan dana yang telah tersedia di lingkungan internal grup. Pengoperasian CMSysNP ini terwujud berkat kemitraan erat bersama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam Arini Kasmira menegaskan bahwasanya CMSysNP dihadirkan guna mentransformasi pengelolaan modal kerja supaya lebih terpadu.

“CMSysNP kami bangun bukan sekadar untuk mengoptimalkan posisi kas, tetapi untuk mengubah cara mengelola kebutuhan pendanaan modal kerja. Dengan menghubungkan surplus likuiditas dan kebutuhan pendanaan di dalam Grup, kami dapat memanfaatkan sumber daya yang sudah tersedia secara lebih optimal dan membangun ekosistem pendanaan internal yang lebih terintegrasi,” ujar Arini.

Terobosan efisiensi manajemen kas ini berhasil mengantarkan tim SS Solutiva Antam memborong penghargaan Excellence Award serta predikat Best Presentation pada ajang International Quality & Productivity Convention (IQPC) 2026 di Bangkok, Thailand, pada 14-16 September 2026.

Struktur tim SS Solutiva digawangi oleh Zakiyah Kamila Fitri selaku Team Leader, didampingi Siti Khodijah sebagai Technical Coordinator, serta Tiara Putri Novianto yang menjabat Facilitator. Tim ini beroperasi di bawah Corporate Finance dengan perbantuan langsung dari Funding Management Bureau dalam mengawal CMSysNP.

Pemberlakuan platform CMSysNP juga dipagari mekanisme kontrol ketat beserta Standard Operating Procedure (SOP) baku demi memastikan tata kelola likuiditas terus berjalan presisi sesuai pedoman kepatuhan korporasi.

Sebelum mencetak prestasi internasional, CMSysNP berhasil membukukan prestasi mentereng sebagai Juara 2 sekaligus Best Presentation dalam ajang KMI Antam level kantor pusat 2025, Juara 2 pada KMA Antam 2025, dan mengantongi Diamond Award di perhelatan Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional XXIX 2025.

IFG Life Bayarkan Klaim Rp9,4 Triliun, Premi Tumbuh 32,87 Persen

Ekosistem Affiliate Buka Peluang Pasar dan Pendapatan bagi UMKM Banjar

Bahlil: Pemerintah Mulai Susun Roadmap Pengembangan E50

Investor Pasar Modal Tembus 31,6 Juta, Ajaib Perluas Edukasi ETF

Amran Sebut Kenaikan Harga Beras tak Seharusnya Terjadi Saat Stok Melimpah