Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengimbau agar patokan harga tepung tapioka tidak melambung terlampau tinggi, kendati lonjakan harga turunan singkong tersebut memberi keuntungan bagi kalangan petani.
Ia menilai stabilitas harga yang ramah di kantong masyarakat tetap harus diperhatikan supaya konsumen tidak merasa terbebani beban belanja.
"Senang enggak petani kalau tinggi harganya? Senang, ya? Ya, tapi jangan terlalu tinggi supaya konsumennya juga senang," ujar Amran saat menggelar konferensi pers di kediaman pribadinya, Jakarta Selatan, Minggu (8/11).
Pernyataan ini dilontarkan sejalan dengan langkah pemerintah yang sedang giat memacu pengiriman ekspor singkong olahan, khususnya jenis tepung mocaf atau modified cassava flour.
Amran sebelumnya menerangkan bahwa pihak berwenang terus mematangkan agenda ekspor ini demi melipatgandakan nilai jual komoditas umbi kayu lokal.
Nilai beli singkong pada tingkat produsen petani sendiri berangsur merangkak naik menyusul kebijakan penghentian impor komoditas tersebut. Amran membeberkan banderol singkong yang sempat terpuruk sampai Rp700 per kilogram kini melonjak menuju kisaran Rp3.000 per kilogram.
Otoritas terkait lantas mengarahkan hilirisasi singkong menjadi tepung mocaf agar memiliki daya tawar ekonomi lebih baik sekaligus merambah pasar mancanegara.
Menteri Pertanian sempat mengutarakan harapan agar proyeksi ekspor komoditas olahan ini mampu diwujudkan dalam tempo dekat.
Kendati demikian, tren lonjakan harga komoditas tepung ini mulai dikeluhkan para penjual panganan olahan. Seorang penjual cilor di area Mampang, Jakarta Selatan, mengeluhkan harga tapioka yang dibelinya merangkak naik menyentuh Rp16 ribu per kilogram dari posisi Rp14 ribu.
Walau begitu, pelaku usaha kecil tersebut belum memangkas takaran porsinya. Lonjakan biaya bahan mentah ini praktis menggerus pundi keuntungan usahanya kian menipis.
Kondisi serupa dialami pedagang takoyaki di wilayah Mampang yang ikut terimbas kenaikan materi baku. Kendati demikian, dirinya tetap mempertahankan banderol jual Rp10 ribu per porsi isi delapan butir supaya tidak ditinggalkan para pembeli setia.
Sementara itu, hasil pemantauan pada gerai bahan kue di Mampang mendapati harga tapioka berada pada kisaran Rp34 ribu, kendati pengelola toko tak bisa memastikan adanya kenaikan.
