Jakarta, CNBC Indonesia – Manajemen PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membeberkan fakta bahwa kepemilikan sumber daya batu bara di tanah air sampai detik ini mayoritas masih berada di tangan swasta. Alokasi sumber daya emas hitam yang dikelola badan usaha milik negara lewat PTBA dilaporkan baru menyentuh angka 5,81 persen dari keseluruhan total nasional.
Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan memaparkan bahwa akumulasi sumber daya batu bara milik Indonesia berada di kisaran 98,41 miliar ton, sementara aset milik PTBA hanya sebesar 5,71 miliar ton. Kemudian untuk cadangan terbukti, porsi perseroan tercatat sebesar 2,88 miliar ton atau setara 9,03 persen dari total keseluruhan cadangan terbukti nasional yang mencapai 31,89 miliar ton.
"Jadi porsi Bukit Asam hanya 5,81%. Maksudnya apa? Jadi kita tidak dikuasai oleh negara. Batu bara hari ini kan lebih banyak di swasta. Nah itu nanti itu yang sudah kejadian lah di masa lalu, tapi saya ingin mengingatkan bahwa batu bara adalah milik nasional, milik negara harusnya," ungkap Bambang saat berbicara di Jakarta, dikutip Rabu (7/10/2026).
Bambang menggarisbawahi urgensi pembenahan sistem tata kelola kekayaan alam domestik supaya selaras dengan ketentuan Pasal 33 UUD 1945. Dirinya menegaskan bahwa bumi, air, beserta segala kekayaan alam yang tersimpan di dalamnya sepatutnya berada di bawah kendali negara demi kesejahteraan segenap rakyat Indonesia.
"Nah oleh karena itu kami selalu tekankan kepada atau kami kepada ya pemegang kebijakan, policy gitu, ingat bahwa batu bara itu adalah milik negara, sumber daya alam. Itu kan bukan buatan. Pasal 33-nya kan jelas, Pak, ya. Kalau Pasal 33, bumi, air, dan kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat," tutur dirinya.
Dari kacamata kepemilikan perusahaan, porsi saham negara di tubuh PTBA memang mencapai 65,93 persen lewat MIND ID pada ekosistem Danantara. Namun demikian, meski status kepemilikan modal perseroan dikuasai negara, jatah penguasaan cadangan tambang yang dipegang pihak BUMN terbilang sangat minim jika disandingkan dengan pelaku usaha swasta.
Merujuk pada data paparannya, volume cadangan batu bara nasional yang sebesar 31,9 miliar ton tersebut menyumbang sekitar 2 hingga 3 persen terhadap total cadangan global yang menembus 1,1 triliun ton.
Secara global, posisi cadangan batu bara Indonesia menempati urutan keenam di dunia, mengekor Amerika Serikat dengan 247,9 miliar ton, Rusia 162,2 miliar ton, China 157,0 miliar ton, Australia 149,5 miliar ton, serta India 127,7 miliar ton.
"Jadi kalau kita kembali ke Pasal 33, memang ini sudah sudah kurang pas lagi. Tapi itulah, enggak apa-apa kita enggak mau lihat ke belakang, tapi kita mau ke depan mau ngapain ini. Supaya ke depan kita menata kita harus lebih baik lagi, enggak boleh yang sudah-sudah yang tidak kurang baik harus kita perbaiki," tegas Bambang.
