Masyarakat Israel mendatangi berbagai tempat pemungutan suara dalam ajang pemilihan umum yang sangat menentukan arah kebijakan negara ke depan, pada hari Selasa (27/10/2026). Perhelatan politik penting ini diselenggarakan berselang tiga tahun sesudah insiden serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 di wilayah selatan Israel yang memicu eskalasi perang di Jalur Gaza.
Pemilu ini merupakan pemungutan suara nasional perdana sejak rentetan kejadian berdarah tersebut meletus. Pelaksanaan pemilu digelar di tengah eskalasi kekerasan faksi-faksi Israel terhadap populasi Palestina di Tepi Barat yang diduduki, seiring meluasnya konflik dengan sejumlah wilayah negara tetangga yang turut menjadi sasaran gempuran militer Israel dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.
Pemilu ini turut dibayangi keraguan publik domestik kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Sang petahana menghadapi desakan pertanggungjawaban mengenai kelalaian yang membuat serangan 7 Oktober bisa terjadi, langkah pemerintahannya dalam membebaskan sandera dari Gaza, sangkaan korupsi yang membelitnya, hingga polemik wajib militer bagi warga Yahudi ultra-Ortodoks.
Berdasarkan survei elektabilitas pamungkas pada hari Jumat, kubu koalisi Netanyahu diprediksi bersaing sangat ketat, atau berada tipis di belakang aliansi penantang pimpinan eks Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel, Gadi Eisenkot. Sebagaimana diberitakan Haaretz yang menghimpun gabungan angka jajak pendapat televisi Israel, kompilasi Channel 11, Channel 12, dan Channel 13 memperkirakan faksi Netanyahu meraup 50 kursi legislatif, berbanding 54 kursi yang berpotensi diamankan kubu oposisi pimpinan Eisenkot.
Knesset secara keseluruhan beranggotakan 120 kursi parlemen. Demi mengamankan kendali mayoritas penuh, sebuah koalisi politik wajib mengumpulkan minimal 61 kursi keterwakilan.
Kapan Tempat Pemungutan Suara di Israel Ditutup?
Pintu bilik suara resmi dibuka sejak pukul 07.00 pagi waktu setempat dan dijadwalkan tutup tepat pada pukul 22.00 malam. Sekitar 7,3 juta penduduk Israel tercatat mengantongi hak pilih, termasuk 1,2 juta warga Palestina berstatus kewarganegaraan Israel.
Warga negara Israel yang berada di luar negeri tidak diberikan fasilitas menyalurkan suara via pos, mengingat regulasi nasional meniadakan pencoblosan jarak jauh secara umum. Para pemilih diwajibkan hadir secara langsung di dalam negeri pada hari pemungutan suara berlangsung.
Aturan tersebut hanya dikecualikan bagi jajaran diplomat serta delegasi resmi negara. Para perwakilan pemerintah tersebut sudah terlebih dahulu menyalurkan hak politik mereka di kantor misi diplomatik Israel pada tanggal 20 Oktober lalu.
Kapan Hasil Pemilu Israel Diumumkan?
Sejumlah jejaring televisi berita akan langsung merilis laporan exit poll sesaat seusai penutupan bilik suara. Proyeksi awal perolehan suara nasional diperkirakan dapat diketahui dalam kurun beberapa jam setelah pemungutan suara berakhir.
Kendati demikian, penetapan angka final kerap memakan waktu berhari-hari atau berminggu-minggu. Rincian tabulasi penghitungan suara bakal dipaparkan secara langsung melalui portal resmi Komite Pemilihan Umum Pusat setelah fase pencoblosan.
Walaupun peta umum kontestasi dapat terpantau cepat, negosiasi pembentukan kabinet baru berpotensi memakan durasi jauh lebih lama jika tidak ada partai tunggal atau poros koalisi yang berhasil merebut mayoritas mutlak.
Rekapitulasi final surat suara diperkirakan tuntas menjelang hari Jumat. Sementara itu, pengumuman penetapan resmi mengenai hasil pemilu dijadwalkan dideklarasikan selang sepekan kemudian, tepatnya pada 4 November mendatang.
Bagaimana Sistem Pemilu Israel Bekerja?
Israel menjalankan mekanisme pemilihan proporsional tertutup secara nasional. Pemilih menentukan pilihan pada satu entitas partai politik tertentu, bukan figur kandidat individual secara langsung.
Alokasi jumlah kursi di Knesset dihitung murni berdasarkan persentase suara nasional yang dikumpulkan suatu partai. Misalnya, jika Partai Likud mampu menghimpun 50% suara pemilih nasional, maka partai tersebut berhak menempati 50% porsi dari 120 kursi Knesset yang diperebutkan.
Guna mencapai status kepemimpinan mayoritas, satu partai atau koalisi gabungan wajib mengamankan sekurang-kurangnya 61 dari total 120 kursi dewan. Setiap partai juga diwajibkan melampaui ambang batas parlemen minimum sebesar 3,25% dari suara nasional agar memperoleh kursi di Knesset.
Terdapat sekitar selusin partai yang diproyeksikan memiliki peluang menembus ambang batas elektoral tersebut.
Bagaimana Perdana Menteri Israel Berikutnya Dipilih?
Menyusul berakhirnya kalkulasi suara, Presiden Isaac Herzog akan berkonsultasi langsung dengan para ketua umum partai untuk mengetahui figur calon perdana menteri yang memperoleh mandat dukungan mereka. Presiden nantinya mengamanatkan mandat pembentukan kabinet kepada kandidat yang dipandang memiliki potensi terkuat merangkul koalisi mayoritas.
Tokoh yang ditunjuk dibekali tenggat waktu maksimal 42 hari untuk menuntaskan kabinet pemerintahan. Dalam sejarah politik Israel, belum pernah ada satu partai politik tunggal yang berhasil meraih mayoritas mutlak secara mandiri. Oleh sebab itu, pemerintahan hampir selalu disusun melalui koalisi gabungan antarpartai.
Netanyahu Bisa Lengser?
Apabila kabinet baru gagal dirumuskan, barisan pemerintahan Benjamin Netanyahu saat ini akan tetap melanjutkan kepemimpinan sebagai pemerintahan transisi sementara. Sebelum menemui jalan buntu, pemenang suara terbanyak mempunyai opsi alternatif untuk merangkul faksi-faksi kecil, termasuk pembentukan kabinet minoritas atau berkoalisi dengan partai rival lewat formula pembagian kekuasaan bersama, seperti pertukaran jabatan perdana menteri secara bergilir. Jika seluruh upaya perundingan gagal membentuk pemerintahan fungsional, pemilu ulang wajib segera dijadwalkan kembali.







