Kunjungi SMKN 3 Manado, Wakapolda Sulut Ingatkan Siswa Jauhi Narkoba dan Judi Daring

Posted on
banner 336x280

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara Brigjen Pol Susetio Cahyadi menyerukan kepada murid SMKN 3 Manado agar menghindari narkotika, aksi tawuran, perundungan, serta perjudian online yang berpotensi menghancurkan masa depan para remaja.

MANADO – Pimpinan Polda Sulawesi Utara Brigjen Pol Susetio Cahyadi mengimbau seluruh siswa untuk menjauhkan diri dari beragam aktivitas negatif yang sanggup merusak masa depan mereka, seperti penyalahgunaan narkotika, tawuran, intimidasi, aksi kekerasan, hingga perjudian daring. Pesan penting tersebut disampaikan secara tatap muka sewaktu dirinya bertindak sebagai Pembina Upacara di SMKN 3 Manado, Senin.

Agenda kunjungan ini termasuk agenda Polisi Peduli Pendidikan yang sekaligus mengimplementasikan Quick Wins 1 Kapolri guna mewujudkan area publik yang kondusif dan tertib, terutama dalam lingkungan belajar mengajar. Brigjen Susetio menggarisbawahi bila siswa merupakan calon penerus kepemimpinan bangsa yang wajib membekali diri dengan ilmu pengetahuan, keahlian khusus, kedisiplinan tinggi, serta akhlak terpuji.

Ancaman Narkotika dan Bahaya Kekerasan

Petinggi kepolisian Sulut ini kembali berpesan agar para siswa tidak mudah terbawa arus pertemanan yang salah arah. Dirinya menyoroti besarnya dampak destruktif pemakaian zat narkotika yang tidak cuma mengancam kesehatan fisik serta mengacaukan proses studi, namun juga dapat menyeret mereka ke dalam persoalan pidana. Selain itu, ia secara tegas mendesak para pelajar untuk menyudahi perkelahian massal, aksi perundungan, maupun tindak kekerasan lainnya.

"Tidak ada kebanggaan dalam tawuran dan tidak ada keberanian dalam menyakiti orang lain. Setiap persoalan hendaknya diselesaikan melalui komunikasi yang baik," tegasnya.

Cerdas di Dunia Maya dan Taat Berkendara

Pada sesi pembinaan itu, peserta didik juga diinstruksikan untuk tidak bersinggungan dengan konten bermuatan pornografi, penghinaan antarsesama, serta penyebaran rekaman aksi kekerasan. Dirinya memberi larangan keras terhadap kebiasaan mendokumentasikan pertikaian demi mengejar popularitas media sosial atau viral, lantaran tiap jejak daring bakal tersimpan permanen.

Terkait urusan tertib lalu lintas, Brigjen Susetio mengimbau para murid menaati rambu-rambu hukum serta tidak mengemudikan kendaraan bermotor jika belum mencukupi batas umur legal, khususnya belum mempunyai Surat Izin Mengemudi (SIM).

Imbauan untuk Melaporkan Kejahatan

Wakapolda turut memotivasi seluruh murid supaya berani berbicara bila mendapati ataupun mengalami perlakuan teror, pemukulan, maupun peristiwa kriminal. Aduan dapat langsung dilayangkan kepada dewan guru, pihak keluarga, kantor polisi setempat, ataupun menghubungi Call Center Polri 110.

Ia mengakhiri pesannya seraya mendorong anak didik mempererat rasa persaudaraan dan saling menghormati dengan mengamalkan falsafah warga Sulawesi Utara, yaitu Torang Samua Basudara.

Di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Endrastiawan Setyowibowo memaparkan bahwa skema Polisi Peduli Pendidikan merupakan bukti nyata atensi Korps Bhayangkara terhadap ranah sekolah serta sarana antisipasi awal dari bahaya penyimpangan remaja. Melalui program ini, jajaran Polda Sulut berupaya menjalin silaturahmi harmonis dengan kaum pelajar sekaligus menyuntikkan edukasi agar sanggup menjaga integritas diri, bijaksana mengoperasikan perangkat digital, dan menjauhi bahaya narkoba, tawuran antarsekolah, perundungan, serta taruhan online.

"Kami berharap sekolah menjadi lingkungan yang aman dan nyaman untuk belajar, sehingga dapat melahirkan generasi muda yang terampil, berkarakter, dan berintegritas," ujar Kombes Endrastiawan.