Winger Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri, membeberkan kunci performa gemilangnya saat dipercaya sebagai sosok supersub yang sangat menentukan dalam kesuksesan skuad Garuda meraih gelar kampiun FIFA ASEAN Cup 2026. Simak rahasia keberhasilannya berikut ini.
Penggawa andalan skuad Garuda tersebut membagikan rahasia penting di balik kontribusi nyatanya ketika turun dari bangku cadangan pada ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Sepanjang dua pertandingan penting saat berhadapan dengan Bangladesh serta Thailand, Egy berhasil membuktikan kapasitasnya sebagai pengubah keadaan di lapangan hijau, kendati dirinya hanya memperoleh akumulasi waktu bertanding selama tiga puluh enam menit.
Pemain kelahiran Medan ini menekankan bahwa landasan utama dari performa apiknya tersebut berakar dari keyakinan pada kapasitas diri serta semangat pantang menyerah. "Ya percaya aja sama diri sendiri dan ya apa pun yang terjadi, jangan menyerah dan ya pekerjaan apapun yang dilakukan, apapun itu, ya selalu berikan yang terbaik, just give your best," ungkap Egy saat berada di kawasan Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pada hari Rabu.
Aksi Krusial pada Pertandingan Menentukan
Saat melakoni duel sengit melawan Bangladesh, Egy yang baru dimasukkan pelatih pada menit ke-73 mampu secara langsung menghadirkan pengaruh besar. Dirinya melepaskan sebuah umpan lambung presisi menuju area kosong ke arah Ole Romeny, yang kemudian berbuah gol krusial melalui kaki Mitchell Baker. Torehan pada pengujung waktu normal laga tersebut sekaligus memastikan tiket langkah Merah Putih melenggang ke partai puncak dengan mengantongi keunggulan telak 9-2.
Kontribusi impresif Egy terus berlanjut hingga partai puncak saat bentrok kontra Thailand. Diturunkan pada menit ke-101 babak tambahan waktu, kemampuannya dalam mengontrol bola secara tenang lalu mendistribusikannya kepada Rizky Ridho menjadi awal terciptanya gol penyeimbang kedudukan lewat sundulan Elkan Baggott di menit ke-116. Gol tersebut membuat kedudukan kembali imbang 2-2, memaksa laga berlanjut ke adu penalti yang akhirnya berbuah manis dengan mengantarkan Indonesia meraih trofi juara.
Sikap Membumi di Tengah Sanjungan
Peran pentingnya sebagai pengubah dinamika laga menuai banyak sanjungan publik. Kendati demikian, pemain berumur 26 tahun tersebut tetap bersikap membumi. "Semuanya, semuanya layak mendapat pujian kita satu tim, bahkan suporter pun layak mendapat pujian. Jadi ya, semuanya itu untuk kita semua yang memenangkan ini dan semuanya patut untuk merayakan," tuturnya.
Egy juga mengucap syukur mendalam karena berhasil mempersembahkan trofi bergengsi FIFA ASEAN Cup untuk Indonesia. Trofi ini merupakan gelar level senior perdana bagi Merah Putih setelah menanti selama tiga puluh lima tahun. Bagi Egy pribadi, capaian manis ini terasa istimewa lantaran sudah diimpikannya sejak usia belia, sekaligus menjadi prestasi tertingginya bersama skuad Garuda di semua jenjang kelompok umur, melampaui raihan medali perunggu pada ajang SEA Games 2021 di Hanoi, Vietnam.
"Saya rasa semua memberikan yang terbaik dan alhamdulillah itu jadi gelar pertama Indonesia di, saya enggak tahu sudah berapa tahun, mungkin 30-an tahun dan itu sesuatu yang saya impikan dari kecil bisa juara bersama Indonesia di kelompok senior," pungkasnya.
Tulisan ini diproses dengan pemanfaatan teknologi AI.






