Kuala Lumpur Selidiki Kabar Penangkapan Ratusan Pengungsi yang Dipulangkan ke Myanmar

Posted on
banner 336x280

Otoritas Malaysia berencana menuntut keterangan resmi dari Myanmar menyusul beredarnya kabar penahanan terhadap 300 pengungsi yang sebelumnya telah pulang secara sukarela.

KUALA LUMPUR – Kerajaan Malaysia menegaskan komitmennya guna menelusuri kabar mengenai penangkapan ratusan pelarian asal Myanmar pascapemulangan dari wilayah semenanjung. Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, menyatakan bahwa jajarannya segera mendesak penjelasan langsung dari otoritas Myanmar apabila kabar penangkapan itu benar adanya.

"Jika ada dikatakan 300 orang yang kita pulangkan ditahan, kita akan meminta pemerintah Myanmar menjelaskan dan kita akan meminta Kuasa Usaha kita di Myanmar untuk mencari tahu," tutur Hasan saat memberikan pernyataan di Parlemen Malaysia, Senin (26/10).

Berdasarkan data Malaysia, sekitar 10.000 warga pengungsi Myanmar telah dikembalikan sepanjang periode Januari sampai September 2026. Pemulangan rombongan paling baru dilangsungkan pada pengujung September 2026 yang mengangkut 1.476 orang sekaligus.

Kepastian Keamanan dan Asas Sukarela

Hasan menegaskan bahwa rangkaian agenda repatriasi sepenuhnya berlandaskan pada prinsip kesukarelaan. Para pengungsi bersangkutan sudah membubuhkan tanda tangan persetujuan resmi guna kembali ke tanah air mereka mendahului tahapan repatriasi tersebut.

Mengenai aspek keselamatan, junta Myanmar dilaporkan telah menyampaikan komitmen perlindungan bagi para warga yang dipulangkan. Garansi keamanan tersebut ditegaskan dalam perbincangan bilateral antara PM Malaysia Anwar Ibrahim bersama penguasa Junta Myanmar Min Aung Hlaing di Malaysia beberapa waktu sebelumnya.

Hasan menggarisbawahi bahwa problematika migran Myanmar kini tak lagi sebatas krisis domestik negeri seribu pagoda itu semata, melainkan menjelma persoalan kawasan yang secara langsung membebani negara penerima suaka, seperti Malaysia. Hingga detik ini, tidak kurang dari 200.000 pelarian asal Myanmar berdomisili di Malaysia, termasuk kelompok suku minoritas Rohingya yang senantiasa menjadi pusat perhatian luas publik dunia.