Polda Metro Jaya kini masih menantikan hasil uji Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri guna memastikan penyebab pasti peristiwa ledakan di deretan ruko Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan. Bersamaan dengan proses penyelidikan tersebut, total korban tewas imbas insiden tanggal 14 Oktober 2026 kini bertambah menjadi tiga jiwa.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengungkapkan bahwa terdapat satu korban luka yang akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Selasa (27/10/2026) usai mendapatkan tindakan intensif di rumah sakit.
"Kita menyampaikan belasungkawa ya terhadap korban yang beberapa hari dirawat. Kemarin Selasa meninggal dunia. Nah, kita menyampaikan empati," tutur Budi saat ditemui awak media di kawasan Bundaran HI, Kamis (29/10/2026).
Budi membeberkan bahwa jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya saat ini terus menyelidiki faktor pemicu ledakan hebat tersebut, termasuk memeriksa jenis zat atau material yang meledak.
"Ini kan masih proses didalami, makanya itu masih beri ruang kepada teman-teman Ditreskrimum untuk mendalami sebab akibat, bahan apa, karena dari Labfor Mabes Polri belum keluar," papar perwira menengah tersebut.
Sebagai informasi, petaka ledakan ini mengguncang area pertokoan Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, pada hari Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 18.15 WIB. Peristiwa nahas itu memicu banyak warga sekitar mengalami cedera fisik.
Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar mengonfirmasi terjadinya peristiwa tersebut. Dirinya menyatakan, laporan awal perihal ledakan itu diterima pihaknya langsung dari pegawai pasar setempat.
"Iya benar, 18.15-18.16 tadi saya dapat informasi dari karyawan pasar," terang Bambang kala dikonfirmasi rekan wartawan pada Rabu (14/10/2026).
Kala insiden baru terjadi, petugas kepolisian lebih berfokus menomorsatukan evakuasi para korban serta belum menarik dugaan seputar pemicu ledakan ruko.
"Kita belum bisa berandai-andai. Sementara kita menyelamatkan korban dulu, kita selamatkan orang dulu," pungkas Bambang.
Bambang menambahkan bahwa para korban rerata menderita luka-luka karena terkena hempasan material reruntuhan bangunan lapak serta pertokoan pasar.
"Iya (tertimpa reruntuhan), pokoknya di dalam pasar ini, lapak-lapak ini, ruko-ruko ini," jelasnya lebih lanjut.
Simak terus informasi terbaru serta akurat hanya di Liputan6.
