Konflik Timur Tengah Memanas, Lawatan Timnas Indonesia Kontra Yordania Berpotensi Batal

Posted on
banner 336x280

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan bahwa agenda laga tandang Timnas Indonesia kontra Yordania pada November mendatang menghadapi ancaman pembatalan menyusul kondisi keamanan kawasan Timur Tengah yang kian mencemaskan.

Pertandingan uji coba internasional skuad Garuda melawan Yordania dalam kalender FIFA Match Day bulan depan berpotensi urung terlaksana. Erick Thohir menegaskan eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah belakangan ini dipandang amat rawan bagi keselamatan rombongan tim nasional.

banner 468x60

Duel persahabatan tersebut sejatinya dijadwalkan bergulir di Stadion Internasional Amman pada 13 November sebagai agenda pemanasan menuju pentas bergengsi Piala Asia 2027 di Arab Saudi. Kendati demikian, ketegangan geopolitik yang mendadak meningkat drastis memicu federasi sepak bola Tanah Air segera mengkaji ulang kelayakan rencana penerbangan ke sana.

"Memang situasi di Timur Tengah ini menjadi hal-hal yang mengkhawatirkan. Kemarin Yordania saja baru menyerang Suriah setelah penyerangan di sebuah rumah ibadah. Ya ini cukup prihatin kita," tutur Erick saat ditemui awak media di Jakarta, Rabu.

Sosok nomor satu di federasi itu menekankan bahwa proteksi segenap skuad merupakan hal yang tidak bisa ditawar. Menanggapi kepastian status duel apakah mutlak dibatalkan atau tetap bergulir, dirinya mengaku PSSI saat ini terus memonitor dinamika situasi pertahanan teraktual di kawasan setempat.

"Kami masih menunggu security issue dari polemik yang terjadi di sana. Apalagi kita lihat kan beberapa negara juga dalam situasi yang tidak pasti di Timur Tengah. Safety pemain kita harus prioritaskan," ucapnya menegaskan.

PSSI Berupaya Menjajaki Musuh Pengganti

Mengenai peluang menjajaki lawan uji tanding lain di luar Yordania, Erick menjelaskan pihaknya saat ini belum menentukan kesebelasan pengganti. Sikap resmi perihal kepastian duel internasional ini bakal ditetapkan dalam rentang satu sampai dua hari ke depan.

"Ini yang mungkin ya 1-2 hari ke depan kita harus ambil keputusan seperti apa. Yang pasti, tentu kita harus bekerja sama antara pemerintah, memastikan keselamatan pemain tentu," papar Erick.

Walaupun berada di tengah ketidakjelasan tempat bertanding, Erick memastikan armada besutan pelatih John Herdman tidak diarahkan untuk melakoni partai kandang selama periode November. Skuad Merah Putih ditegaskan bakal tetap mencari panggung lawatan di luar negeri.

Faktor keterbatasan markas utama akibat padatnya agenda non-olahraga di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) yang kini menjalani pemeliharaan berskala besar menjadi salah satu alasan. Di samping itu, PSSI memang sengaja merancang lawatan tandang demi menempa ketangguhan mental para pemain di lapangan.

"Saya rasa situasi main di kandang tidak mungkin saat ini. Stadion GBK sendiri sedang dalam perawatan yang masif dan ada beberapa event besar yang tentu kita harus saling mendukung," terang Erick yang merangkap amanah sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.

"Dan memang sudah ada komitmen bahwa tim nasional untuk bermain di luar negeri pada bulan November. Tetapi ini bagian juga pembentukan karakter ketika kita bermain di luar," tutupnya mengakhiri penjelasan.

Artikel ini diproduksi dengan bantuan kecerdasan buatan.

PSSI Cari Alternatif Uji Coba Timnas Indonesia di Luar Negeri

Situasi Timur Tengah Memanas, Laga Tandang Timnas Indonesia vs Yordania Terancam Batal

Wakil Ketua MK Saldi Isra Khawatir AI Lemahkan Daya Saing Generasi Muda

Daftar Lengkap Penerima Anugerah Dewan Pers 2026, dari Project Multatuli hingga Mahfud MD

Iran Tolak Proposal Perdamaian dari AS Via Qatar, Gara-Gara Singgung Isu Nuklir

banner 336x280