Konflik Memanas, Armada Udara Arab Saudi Gempur Berbagai Wilayah Yaman

Posted on
banner 336x280

Jakarta, CNBC Indonesia – Milisi Houthi mengungkapkan armada jet tempur Arab Saudi telah menggelar 40 gempuran udara dalam kurun 24 jam ke kawasan barat Yaman. Aksi militer tersebut menyusul adanya kabar yang menyebut milisi pro-Iran itu berniat melancarkan gempuran ke Mekkah, kota suci umat Muslim di bawah naungan Riyadh.

Gempuran udara tersebut juga berlangsung bersamaan dengan laporan atas kemajuan pesat kubu Houthi yang sukses merebut sejumlah kota di sepanjang garis pantai Laut Merah. Milisi pemberontak Yaman tersebut bahkan telah menguasai deretan pulau strategis di Selat Bab el-Mandeb, jalur laut yang sangat vital bagi distribusi energi dunia.

banner 468x60

"Pesawat tempur Saudi melancarkan 40 serangan udara menggunakan pesawat F-15 yang lepas landas dari Pangkalan Udara Khamis Mushait, menyasar provinsi Taiz, Marib, dan Hodeidah dalam 24 jam terakhir," jelas Yahya Saree, juru bicara militer Houthi, melalui pernyataan resminya di media sosial, dilansir AFP, Kamis (17/9/2026).

Kendati demikian, pihak Houthi belum melampirkan bukti autentik secara langsung tentang gempuran itu. Yahya Saree menambahkan bahwa pihak Arab Saudi secara akumulatif telah melepaskan 450 gempuran udara ke tanah Yaman selama sepekan terakhir.

Di pihak lain, otoritas berwenang bentukan koalisi Saudi yang menduduki Yaman selatan mengonfirmasi tentara mereka beserta armada militer Arab Saudi aktif membombardir markas Houthi. Namun demikian, pemerintah pusat di Riyadh sejauh ini belum mengumumkan konfirmasi resmi atas pernyataan tersebut.

Menanggapi serangan udara itu, Houthi mengklaim telah meluncurkan balasan berupa rentetan drone dan peluru kendali ke Yanbu, bandar minyak utama kepunyaan Raja Salman di perairan Laut Merah, serta pangkalan udara Khamis Mushait di selatan Saudi. Kendati demikian, Houthi tidak merinci secara pasti waktu eksekusi penyerangan tersebut.

Dua titik vital itu sebelumnya tercatat dalam daftar wilayah yang disiagakan ketat oleh Arab Saudi pada Selasa, walau tak ada status lanjutan pada Rabu. Bersamaan dengan itu, Amerika Serikat (AS) kian mempertegas imbauan perjalanan menuju Arab Saudi sekaligus mencekal staf dinasnya bepergian mendekati 20 mil dari area tapal batas Yaman.

Eskalasi perang Timur Tengah ke wilayah Yaman kian memicu ancaman krisis pasokan energi internasional, akibat ekses perang enam bulan koalisi AS-Israel melawan Iran yang melumpuhkan rute Selat Hormuz. Sementara itu, komoditas minyak mentah Brent tertahan pada level US$108 per barel pada Rabu (LCOc1), kian mendekati rekor puncak sejak Mei.

banner 336x280