Komisi III DPR Sepakati Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri Baru

Posted on
banner 336x280

Komisi III DPR RI resmi memberikan restu kepada Komjen Pol Suyudi Ario Seto untuk menjabat Kapolri menggantikan posisi Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kesepakatan penetapan tersebut dicapai lewat rapat pleno usai Suyudi menuntaskan tahapan fit and proper test calon pimpinan tertinggi Korps Bhayangkara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis (1/10/2026).

banner 468x60

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman langsung menanyakan persetujuan kepada seluruh anggota legislatif terkait pengesahan jabatan baru Suyudi tersebut.

“Apakah secara aklamasi dapat disetujui?” tanya Habiburokhman.

“Setuju,” seru seluruh peserta sidang yang hadir.

Perjalanan Karier Komjen Suyudi

Nama Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Suyudi Ario Seto disodorkan secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto guna menjadi suksesor kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Suyudi merupakan perwira tinggi Korps Bhayangkara alumni Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1994. Tokoh kelahiran Ibu Kota Jakarta pada 14 Juli 1973 ini tercatat memiliki rekam jejak panjang dalam bidang reserse dan penyidikan kriminal.

Dalam pengabdian tugasnya, Suyudi sempat mengisi sederet formasi kepemimpinan di wilayah hukum Polda Metro Jaya, lingkungan Bareskrim Polri, sampai jabatan operasional kewilayahan penting.

Masa pengabdian Suyudi bermula di wilayah Polda Metro Jaya kala memegang peran Kanit II Resmob. Perjalanannya melesat naik hingga menjabat Kapolsek Metro Pasar Minggu, Kapolsek Metro Tanah Abang, serta Kapolsek Metro Penjaringan. Tak hanya itu, ia tercatat memegang posisi Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, sampai Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat.

Pengabdian Suyudi terus meluas di level Bareskrim Polri. Ia dipercaya mengisi kursi Kanit Resmob Bareskrim Polri, berlanjut menjadi Wadirtipideksus Bareskrim Polri, serta Wadirtipidsiber Bareskrim Polri.

Pada komando teritorial, Suyudi mengemban amanah Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, berlanjut Kapolresta Bogor Kota, dan Kapolres Metro Jakarta Pusat.

Kiprahnya berlanjut memegang pucuk Dirreskrimum Polda Metro Jaya. Setelah itu, ia dipromosikan mengisi kursi Wakapolda Metro Jaya pada 2023.

Pada Juni 2024, Suyudi berpindah tugas sebagai Kapolda Banten. Setahun berselang, tepat 25 Agustus 2025, Presiden Prabowo Subianto resmi melantiknya menduduki posisi Kepala BNN RI untuk menggantikan Komjen Pol Marthinus Hukom.

Pasca menduduki jabatan pucuk pimpinan di BNN, pangkat Suyudi naik menjadi bintang tiga alias Komjen Pol pada September 2025.

Tatkala memimpin instansi BNN, Suyudi sangat aktif memburu gembong penyelundupan narkotika lintas batas negara sembari memperkuat koordinasi antarlembaga. Di era komandonya, BNN mencatat keberhasilan membongkar sindikat perdagangan narkoba global, salah satunya penyitaan 2 ton sabu berkaitan sindikat Golden Triangle.

Memasuki Januari 2026, Suyudi sukses dianugerahi titel Doktor Kehormatan (Doctor Honoris Causa) ranah Ilmu Hukum dari Universitas Tarumanagara.

Pihak BNN memaparkan penghargaan prestisius tersebut dihadiahkan berkat jasa dan sumbangsih Suyudi dalam penegakan hukum nasional, utamanya strategi program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Kini, figur Komjen Suyudi Ario Seto dimajukan Presiden Prabowo Subianto menuju kursi jabatan Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dapatkan laporan berita aktual dan tepercaya hanya pada Berita Liputan6.

DPRD DKI Bakal Temui DPR, Bahas Nasib Kursi Dewan

Krisis Air Meluas, Puan Minta Pemerintah Perkuat Infrastruktur

Revisi UU LLAJ Dimulai, Bakal Ada 83 Pasal Berubah

Pemerintah dan DPR Sepakat Bongkar Klaster Mewah Lapas Cibinong

Pemerintah Serahkan Daftar Inventarisasi Masalah RUU LLAJ ke DPR

Cek Lapas Cibinong, DPR Minta 10 Rumah Dinas Dibongkar

RUU LLAJ: Pemilik Kendaraan hingga Barang Bisa Kena Sanksi ODOL

Kejar Tahapan Pemilu, DPR Patok Target RUU Pemilu Tuntas Awal 2027

APBN 2027: Subsidi BBM dan LPG 3 Kg Dipangkas Jadi Rp 131,4 Triliun

banner 336x280