Moskow melayangkan peringatan keras kepada NATO bahwa eskalasi pergerakan militer di sekeliling wilayah eksklave Kaliningrad berpotensi memicu bentrokan bersenjata terbuka antara kedua kubu. Peringatan tegas ini dilontarkan menyusul desakan Polandia agar aliansi memperkuat kehadiran tentaranya di perbatasan kawasan tersebut.
Kedutaan Besar Rusia di Belgia menegaskan komitmen penuh Moskow guna mempertahankan kedaulatan Kaliningrad dengan memanfaatkan semua persenjataan yang dimiliki saat ini.
Komentar tersebut dilontarkan guna menanggapi Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski, yang sempat menyatakan bahwa "hampir tidak ada pasukan" Moskow di Kaliningrad serta mendesak NATO memperkuat formasi pertahanannya supaya pihak Rusia "tidak yakin dengan apa yang akan kami lakukan."
Allison Hart selaku juru bicara NATO mengonfirmasi penerimaan sinyal keberatan dari Moskow tersebut. "Kami mengecam keras ancaman penggunaan kekuatan, termasuk retorika nuklir apa pun yang tidak bertanggung jawab," ujar Hart.
Kremlin sendiri berkali-kali menyangkal anggapan bahwa pemerintah Rusia bermaksud menginvasi anggota NATO sebelum pengujung dekade ini. Moskow melabeli klaim potensi serangan itu sebagai taktik provokasi perang demi membenarkan kenaikan alokasi anggaran militer bagi negara sekutu.
Di sisi lain, Rusia meyakini lonjakan operasi pertahanan NATO justru membuka peluang agresi ke kawasan mereka. Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov juga kerap mengingatkan bahwa peperangan frontal dengan aliansi barat bakal berdurasi teramat singkat, menyiratkan potensi pengerahan amunisi nuklir.
Kekhawatiran itu kian nyata usai Kedutaan Besar Rusia di Irlandia mengumumkan Moskow tidak ragu mengoperasikan persenjataan nuklir seandainya blokade atas Kaliningrad dilancarkan NATO. Moskow pun dilaporkan siap mengambil aksi militer preventif demi mengatasi situasi genting seperti itu.
Sementara itu, urusan hulu ledak nuklir tetap mendominasi perdebatan internal aliansi. Prancis mengajukan negosiasi tentang peluang penempatan hulu ledak miliknya di daratan Eropa, sedangkan aturan sekarang menyimpan amunisi milik Amerika Serikat di kawasan sekutu seraya melatih tentara non-nuklir dalam operasi khusus.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov turut membenarkan langkah para utusannya. "Wajar bagi para diplomat kami untuk mencoba mengingatkan pihak-pihak yang berpikiran gegabah di Eropa mengenai dokumen-dokumen doktrin kami," tutur Peskov mengenai sikap Polandia beserta negara Eropa lainnya.
