Dokumentasi berikut memperlihatkan dampak insiden kedua yang menghantam bandara Riyadh pada hari Sabtu. Peristiwa berdarah tersebut mengakibatkan sedikitnya 13 korban jiwa serta 309 orang menderita luka-luka.
Koleksi gambar memvisualisasikan rekaman kamera pengawas yang merekam kerumunan orang sesaat sebelum hantaman terjadi (bagian atas), serta kepulan asap pekat dan kobaran api ketika para pengunjung panik saat ledakan menerpa (bagian bawah) di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, Sabtu tempo hari.
Gempuran ini menjadi aksi agresi kedua yang dilancarkan faksi Houthi sepanjang pekan lalu. Berdasarkan warta Reuters pada Selasa (13/10/2026), insiden maut tersebut memicu sekurangnya 13 orang tewas dan mencederai 309 korban lainnya.
Rentetan ledakan berlangsung di tengah memanasnya konflik bersenjata antara milisi Houthi menghadapi kekuatan militer pemerintah Yaman yang disokong oleh otoritas Saudi. Teror selama sepekan ke belakang itu turut menyasar lapangan terbang lain, pangkalan militer, hingga instalasi pengilangan minyak milik Arab Saudi.
Juru bicara kubu Houthi, Yahya Sarea, menyatakan pihaknya memegang tanggung jawab penuh atas penyerbuan Bandara Internasional King Khalid Riyadh. Ia menyatakan telah menggelar empat misi tempur memanfaatkan peluru kendali balistik, rudal jelajah, dan pesawat nirawak yang turut membidik kilang Aramco serta Bandara King Fahd Dammam.
Pada hari Minggu, pihak Houthi kembali melancarkan gempuran yang menimbulkan jatuhnya korban jiwa tambahan di area bandara. Situasi genting ini memaksa pemerintah Saudi memperpanjang penghentian operasional bandara internasional utama di ibu kota Riyadh hingga Senin lalu.





