Program ODA Smart Factory dijadwalkan bakal merampungkan seluruh rangkaian pelaksanaannya secara resmi pada 2026 mendatang.
JAKARTA — Penggunaan teknologi smart factory, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), dan smart data dipandang sebagai strategi utama dalam mendongkrak efisiensi serta daya saing sektor UMKM maupun koperasi di Tanah Air. Gagasan ini diulas mendalam lewat agenda Korea-Indonesia Smart Factory Seminar bertajuk “Smart Data, AI, Smart Factory: Transformation Indonesian Cooperatives and SMEs” yang diselenggarakan di kampus Binus @Bekasi, Jawa Barat.
Daniel Asnur selaku Pengawas Ahli Utama Kementerian Koperasi (Kemenkop) menuturkan bahwa pelatihan ini menyajikan wawasan aplikatif mengenai optimalisasi pemrosesan data sekaligus integrasi AI demi mewujudkan smart factory. Ia menambahkan, peserta juga diperkenalkan pada peranti Orange 3 untuk mempermudah proses visualisasi serta pembedahan data secara praktis.
"Transformasi digital tidak cukup hanya dengan pengetahuan, tetapi harus diikuti dengan kemampuan untuk menerapkan teknologi secara nyata dalam proses bisnis," ungkap Daniel melalui pernyataan resminya di Jakarta, Ahad (27/9/2026).


