Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan pentingnya kewaspadaan menghadapi kondisi internasional di tengah lonjakan ketidakpastian. Tantangan ini bersumber dari tensi Timur Tengah yang kian meruncing hingga lonjakan suku bunga acuan negara maju.
"Kita baca konflik Timur Tengah tambah seru, di tengah itu 2 hari lalu banyak melaporkan Fed naikkan suku bunga," kata Suahasil saat konferensi pers APBN Kita, Jumat (18/9/2026).
Belum lama ini, gempuran militer Amerika Serikat atas Iran memicu lonjakan harga minyak mentah internasional. Bersamaan dengan itu, The Federal Reserve mengerek suku bunga acuannya ke kisaran 5,25-5,5 persen. Kombinasi tekanan global tersebut memicu volatilitas tinggi pada pasar keuangan.
"Ini artinya ada tanda-tanda wait and see," lanjutnya.
Dampaknya, laju pertumbuhan ekonomi global diperkirakan melambat melampaui estimasi awal. Sejumlah perekonomian negara mitra dagang strategis Indonesia ikut tertekan beban berat.
Kendati demikian, Suahasil memastikan pertumbuhan ekonomi nasional tetap solid. Tingkat inflasi domestik yang stabil rendah menjadi modal kuat bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia berada dalam jalur sehat.








