Inisiatif program SIAP hadir untuk memperkuat sinergi serta memperluas koneksi jaringan para pegiat bisnis.
JAKARTA – Para pengusaha sektor jasa teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di berbagai daerah dituntut untuk melahirkan produk digital yang benar-benar menjawab permintaan pasar. Di samping keahlian teknologi murni, pembenahan strategi bisnis serta pendekatan pemasaran yang matang amat krusial agar kreasi inovasi yang diciptakan mempunyai nilai jual tinggi sekaligus berdaya saing kuat.
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif berinisiatif melebarkan jangkauan bimbingan untuk para wirausahawan digital lewat agenda Aktivasi Creative Hub: SIAP (Sinergi, Inkubasi, Akselerasi, dan Penguatan) Talenta Kreatif Jasa TIK. Pelatihan intensif ini digelar langsung di Mess Pemprovsu Pora-Pora Tengku Rizal Nurdin, kawasan Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Direktur Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Dony Harso, menuturkan bahwa kemajuan sektor ekonomi kreatif berbasis teknologi mesti menyentuh para pelaku di luar area megapolitan. Intervensi pendampingan di kawasan daerah dinilai bakal memacu para penyedia jasa TIK dalam mematangkan kapabilitas produksi sekaligus memperlebar target pasar mereka secara bertahap.
“Langkah ini menjadi jembatan untuk membawa program lebih dekat kepada praktisi daerah supaya akselerasi ekonomi kreatif tidak melulu bertumpuk di kawasan kota besar,” jelas Dony dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/10/2026).
Sepanjang pelatihan berlangsung, para peserta dibekali wawasan perihal perancangan produk digital baru serta kiat membangun identitas merek yang kuat melalui narasi konten dan pencitraan. Materi pelatihan menitikberatkan urgensi merilis produk yang solutif bagi konsumen sembari menancapkan karakteristik bisnis yang kokoh.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Simalungun, Franky Ferdanus Purba, mengutarakan bahwa implementasi teknologi digital memegang fungsi krusial dalam mendongkrak keunggulan ekonomi kreatif lokal. Franky memandang penyediaan ekosistem digital turut mempermudah promosi potensi pariwisata dan kekayaan budaya lokal Simalungun ke khalayak luas.
Pada kesempatan serupa, Head of PMO & HC Unit PT Sinergi Informatika Semen Indonesia yang juga Business Strategic Consultant, Muhammad Ali Sofian, berpendapat bahwa ekspansi bisnis digital mustahil bertumpu pada kemahiran teknis semata. Pebisnis mutlak memerlukan kemitraan solid dan jejaring yang luas demi menjaga kesinambungan masa depan usaha.
Ali menaruh harapan besar agar agenda SIAP mampu menjadi wadah temu bagi pegiat TIK di wilayah Kabupaten Simalungun guna merajut peluang sinergi konkret. Segala potensi daerah diyakini dapat dieksplorasi lebih optimal apabila para pelaku saling berpadu merilis solusi yang sejalan dengan dinamika pasar.
Aktivasi Creative Hub merupakan agenda penting dalam rangkaian Program Flagship 2026 Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif yang diselenggarakan di beragam penjuru wilayah tanah air. Lewat aksi nyata tersebut, otoritas negara berikhtiar mematangkan talenta digital secara merata sekaligus memacu kebangkitan usaha rintisan teknologi di luar pusat perekonomian utama.







