Jejak Kasus Penyadapan Presiden RI: Dari Era Habibie hingga Prabowo Subianto

Posted on

Jakarta – Munculnya kabar penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto kian memperpanjang deretan pemimpin negeri yang terseret persoalan serupa. Bareskrim Polri saat ini resmi menetapkan tiga perwira tinggi kepolisian sebagai tersangka kasus tersebut. Praktik ilegal ini disinyalir terjadi sepanjang 2025 hingga 2026, dengan target bukan hanya presiden, melainkan mencakup para pejabat, figur politik, media massa, organisasi kemasyarakatan, serta pebisnis.

Sebelum insiden Prabowo ramai diperbincangkan, beberapa kejadian sejenis sempat menghebohkan masyarakat. Pada masa kepemimpinan BJ Habibie, sambungan telepon rahasia presiden dengan Jaksa Agung disinyalir bocor lewat rekaman. Selanjutnya, arus komunikasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama sejumlah aparatur negara sempat dibidik pihak intelijen Australia. Joko Widodo bahkan pernah diisukan menjadi target penanaman perangkat penyadap tatkala memimpin sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Megawati Soekarnoputri pun sempat membeberkan pengakuannya yang kerap merasa dipantau, sehingga ia enggan memanfaatkan ponsel genggam untuk berinteraksi. Rangkaian fenomena ini menegaskan bahwa polemik penyadapan figur puncak nasional terus bergulir semenjak bergulirnya era Reformasi. Lalu, seperti apa kronologi riwayat perkara serta pernyataan para tokoh terdahulu? Simak rangkuman lengkapnya berikut ini.

Infografis Deretan Kepala Negara RI yang Menjadi Sasaran Penyadapan

Dapatkan informasi teranyar sekaligus kredibel hanya melalui sajian Berita Liputan6.

Korporasi Asal Indonesia Sukses Tembus 100 Tempat Kerja Paling Ideal Versi Fortune

Pengiriman Langsung Komoditas SDA Sukses Mendongkrak Cadangan Devisa Nasional

Tanggapan DEN Mengenai Pengiriman Sumber Daya Alam Tanpa Transit Melalui Singapura