IHSG Bergejolak Akibat Capital Outflow, Menteri Rosan Tegaskan Investasi Langsung Tetap Kokoh

Posted on

Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani menegaskan bahwa tingkat kepercayaan penanam modal serta pencapaian investasi di tanah air tetap positif. Kondisi stabil ini berlangsung di saat bursa saham domestik tengah mengalami pergerakan fluktuatif disertai fenomena keluarnya modal asing (capital outflow).

Rosan menjelaskan bahwa penanaman modal langsung memiliki karakteristik berbeda dibanding pasar keuangan karena berorientasi jangka panjang. Misalnya saat pelaku usaha mendirikan fasilitas pabrik di Indonesia, tujuannya adalah beroperasi secara berkesinambungan. Fasilitas tersebut tentunya tidak dibangun hanya untuk beroperasi setahun saja, kontras dengan pemodal bursa saham yang leluasa keluar-masuk setiap waktu.

"Memang berinvestasi di pasar modal bisa masuk dan keluar setiap saat. Namun, dari segi realisasi investasi di Indonesia itu masih bisa berjalan dengan sangat baik dan kepercayaan para investor terhadap Indonesia masih sangat tinggi," tutur Rosan pada Pembukaan Rapat Pimpinan Nasional Kadin 2026, Kamis (29/10/2026).

Tingginya optimisme tersebut tercermin nyata pada capaian investasi periode 2025-2026. Ia membeberkan total realisasi telah menembus Rp3.923,2 triliun sejak kuartal IV-2024 sampai kuartal III-2026. Angka tersebut mencakup 30,1% dari keseluruhan target sebesar Rp13.032,8 triliun untuk jangka waktu 2025-2029.

Kinerja impresif tersebut berhasil diraih berkat pandangan investor terhadap kuatnya stabilitas politik, jaminan keamanan, serta kondusifnya iklim usaha nasional. Rosan menambahkan pelaku usaha mengutamakan kepastian hukum saat berbisnis di tanah air lantaran mereka enggan menghadapi situasi yang serba tak terduga.

"Realisasi investasi yang kita catatkan adalah angka investasi yang sudah dikeluarkan, yang sudah dibelanjakan di Indonesia. Jadi bukan sifatnya nota kesepahaman atau kesepakatan, itu sudah dicatatkan. Jadi angka-angka ini asli dan bisa dipertanggungjawabkan 100%," ungkapnya.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belakangan ini memang merosot tajam menyusul langkah Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang resmi memulai konsultasi terkait wacana penurunan status bursa saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Pada penutupan perdagangan hari ini, IHSG terkoreksi 184,25 poin atau ambles 3,49% menuju level 5.098. Sementara itu, nilai aksi jual bersih pemodal asing pada hari ini tercatat menyentuh angka Rp1,07 triliun.