Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali sesi perdagangan hari Rabu (28/10) di zona merah. Indeks acuan terpangkas 54,15 poin atau tergelincir 1,03 persen menuju posisi 5.211.
Mengacu pada data RTI Business pada jam 09.04 WIB, IHSG mulai tertekan pada posisi 5.249, sempat terperosok ke titik terendah 5.188, serta menyentuh level tertinggi 5.255.
Ketika bel pembukaan berbunyi, tercatat 357 saham melemah, 159 saham mampu menanjak, serta 166 saham tak bergeming. Nilai kapitalisasi pasar modal terhimpun hingga Rp9.177,320 triliun.
Aktivitas transaksi membukukan volume 2,09 miliar lembar saham senilai Rp890,7 miliar lewat perpindahan tangan sebanyak 105.602 kali transaksi.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai indeks domestik masih menyimpan kans melanjutkan tren naik usai melewati fase penurunan terbatas pada jangka pendek.
"Dalam skenario terbaik, IHSG berada pada wave (iv) dari wave [v], dengan potensi koreksi ke 5.116-5.180 sebelum kembali menguat menuju 5.456-5.564," papar Herditya lewat laporan risetnya.
Herditya menakar pergerakan IHSG berada pada rentang batas support 5.185, 4.915 serta resistance 5.460, 5.563 sepanjang hari ini.
Di sisi lain, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memandang IHSG tertekan kian dalam setelah menembus ambang 5.320 menuju support 5.185. Penurunan ke zona 5.000-5.100 dinilai wajar asalkan indeks berada di atas 4.972.
"Fase retest diperkirakan telah dimulai, sehingga koreksi ke area 5.000-5.100 masih tergolong normal. Namun, jika IHSG menembus ke bawah 4.972, perlu diwaspadai potensi pelemahan lebih lanjut," beber Ivan.
Ia menaksir IHSG bakal menguji level support 5.185, 4.972, dan 4.767, serta resistance pada level 5.561, 5.716, dan 5.936.
