Houthi Nyatakan Jatuhkan Jet F-15 Milik Saudi di Marib dan Tepis Isu Serangan ke Makkah

Posted on

Kelompok Houthi Yaman mengumumkan jatuhnya pesawat tempur milik Arab Saudi pada Rabu (16/9/2026). Pihak yang disokong Iran tersebut membeberkan bahwa armada udara itu dihancurkan lewat hantaman peluru kendali udara-ke-udara rakitan domestik.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, memaparkan aksi pencegatan terlaksana sewaktu armada tempur Saudi sedang mengemban misi di langit Provinsi Marib. Dirinya turut mengklaim pihak Arab Saudi sudah melancarkan total 450 gempuran.

"Angkatan Bersenjata Yaman, dengan pertolongan dan karunia Allah, berhasil menembak jatuh jet tempur Saudi F-15 ketika pesawat itu sedang melakukan operasi agresif untuk mendukung mobilisasi militernya di wilayah udara Provinsi Marib," tutur Saree lewat jejaring media sosial.

Saree menguraikan pula jika pesawat tempur itu disasar "menggunakan rudal udara-ke-udara buatan lokal".

Lebih lanjut, Saree menampik tuduhan otoritas Arab Saudi tentang serangan Houthi yang diarahkan ke Kota Suci Makkah dalam pekan ini.

"Operasi kami menargetkan fasilitas minyak dan pangkalan militernya, yang berada jauh dari tempat-tempat suci," tegasnya.

Bentrokan antara faksi Houthi beserta tentara pemerintah Yaman sokongan Arab Saudi sendiri kian memanas sejak konflik bersenjata kembali meletus pada Juli.

Faksi tersebut juga memproklamasikan penerapan blokade maritim terhadap Arab Saudi sekaligus membidik kapal-kapal kepunyaan Riyadh di perairan Laut Merah.

Lewat operasi kilat minggu lalu, Houthi mengklaim berhasil menduduki seluruh garis pantai Laut Merah di Yaman hingga Selat Bab al-Mandab.

Kawasan selat tersebut merupakan rute krusial ekspor minyak mentah Arab Saudi, khususnya di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang mengganggu jalur kapal di Selat Hormuz kawasan Teluk.