Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menerjunkan armada tiga Kapal Negara guna memperkuat jalannya operasi pencarian korban.
JAKARTA — Menginjak hari ketujuh, proses pencarian serta pertolongan para korban musibah KMP Virgo Transport 8 di kawasan Laut Jawa masih terus digencarkan. Menanggapi situasi darurat tersebut, Kementerian Perhubungan lewat Ditjen Perhubungan Laut memberangkatkan KN Kunyit, KN Grantin P 211, serta KN Miang Besar untuk memperkuat armada pencarian di lapangan.
Pada rangkaian agenda SAR gabungan ini, KN Kunyit mengemban peran pengamanan navigasi melalui instalasi rambu suar. Pemasangan tersebut ditujukan sebagai penanda keberadaan bangkai kapal demi menjamin keamanan rute pelayaran kapal lain, sekaligus memberi batas titik evakuasi korban secara presisi.
Di sisi lain, KN Grantin P 211 fokus menggelar pengamatan intensif, penyisiran wilayah perairan musibah, serta menyiagakan regu penyelam andal. Guna mempercepat penanganan, Ditjen Perhubungan Laut juga menginstruksikan KN Miang Besar bertolak langsung dari Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Samarinda untuk memperkuat evakuasi.
Armada KN Kunyit yang digerakkan oleh Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin sukses menempatkan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) atau Wreck Mark Buoy guna menandai bangkai KMP Virgo Transport 8. Proses tersebut tuntas pada hari Kamis (17/9) tepat pukul 15.25 LT, disertai pemasangan empat pelampung penandaan sementara pada sekeliling rongsokan kapal.
Selanjutnya, kapal KN Kunyit tetap berlabuh di sekitar lokasi kejadian sembari berkoordinasi intensif bersama seluruh unsur terkait guna menopang agenda penyelaman korban. Berdasarkan transmisi komunikasi SROP Banjarmasin bersama kru KN Kunyit pada Jumat (18/9/2026) jam 11.21 LT, tim gabungan telah melangsungkan tindakan penyelaman ke bawah laut.
Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin, Hary Bowo Seno Putro, menegaskan bahwa peranan KN Kunyit memang dipusatkan pada bidang kenavigasian serta kelancaran operasi SAR gabungan.
“KN Kunyit telah melakukan penandaan kerangka KMP Virgo Transport 8 dengan Wreck Mark Buoy dan penandaan sementara di sekitar lokasi. KN Kunyit juga tetap berada di lokasi untuk mendukung kegiatan penyelaman dan pencarian korban oleh Tim Gabungan,” kata Hary lewat pernyataan resmi di Jakarta, Sabtu (19/9/2026).
Hary menambahkan bahwa SROP Banjarmasin aktif memfasilitasi kebutuhan komunikasi, pemantauan ketat, hingga publikasi kabar keselamatan lintas bahari melalui terbitnya Notice to Mariners (NTM) bagi armada perkapalan yang melintas di sekitar kawasan itu.








