Jakarta – Pembenahan deretan jembatan penyeberangan orang (JPO) di wilayah ibu kota dipastikan bergulir secara bertingkat oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Sebagian pengerjaan diagendakan meluncur pada permulaan 2027, sedangkan perobohan beberapa fasilitas lain diagendakan sepanjang Oktober hingga November 2026.
Pramono menegaskan bahwa skema pembenahan fasilitas penyeberangan ini terhitung dalam agenda utama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui jajaran Dinas Bina Marga.
“Mengenai JPO telah menjadi agenda Pemprov DKI Jakarta via Dinas Bina Marga. Bahwa memang terdapat sebagian yang tindakannya baru awal tahun depan,” tutur Pramono kepada awak media saat berada di Istora Senayan, Jumat (23/10/2026).
Mantan Sekretaris Kabinet tersebut menerangkan mengapa sejumlah jembatan sasaran bongkar masih terlihat tegak berdiri sampai saat ini. Menurutnya, agenda fisik tersebut memang belum mencapai rentang waktu yang disepakati bersama.
“Sejumlah JPO termasuk yang dahulu hendak dirobohkan mengapa belum dibongkar, sebab rancangan penghancuran tersebut berada di rentang Oktober-November ini,” jelasnya.
Dirinya turut menggarisbawahi bahwa struktur yang masih menanti pembongkaran tidak memberi dampak negatif berarti terhadap laju mobilitas transportasi atau kenyamanan para pengguna jalan. Hal itu disebabkan mayoritas konstruksi penyeberangan tersebut memang sudah dipensiunkan.
“Pihak kami tentu akan menuntaskan persoalan tersebut,” tegas Pramono memungkasi keterangan.
Ikuti laporan terbaru dan tepercaya melalui saluran Berita Liputan6
