Pemerintah Provinsi Papua Tengah tengah mempersiapkan modernisasi Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Pomako di wilayah Kabupaten Mimika guna mendongkrak kualitas layanan serta pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) mulai tahun 2027 mendatang.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mematangkan rencana revitalisasi sarana Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Pomako, Mimika. Kebijakan terpadu ini dioptimalkan demi mendongkrak operasional armada nelayan sekaligus memacu pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) secara signifikan.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Papua Tengah, Karlos Matuan, di Nabire, Senin, memaparkan jika proyek peningkatan kapasitas ini mencakup perluasan dermaga, instalasi unit derek crane, hingga ketersediaan sarana tongkang. Seluruh sarana penunjang tersebut ditargetkan dapat mempercepat perputaran aktivitas bongkar hasil laut.
"Pembangunan fasilitas tambahan mulai diproses pada 2027, sehingga pada tahun ini kita melakukan perencanaan dan studi kelayakan," ujarnya.
Urai Hambatan Antrean Bersandar
Karlos memaparkan, perbaikan fasilitas pelabuhan tersebut diwujudkan supaya mobilitas armada tangkap di Pomako berjalan lebih efektif. Melalui pembenahan menyeluruh ini, performa layanan dermaga diyakini mampu menyumbang nilai ekonomi yang jauh lebih maksimal bagi kas daerah.
Kondisi dermaga saat ini dipandang belum mampu menampung lonjakan populasi armada perikanan aktif. Dampaknya, puluhan armada terpaksa menunggu giliran di lautan lepas selama berhari-hari sebelum berlabuh, yang akhirnya memicu lonjakan beban biaya logistik para nelayan.
Perpanjangan area dermaga berikut perlengkapan pelengkap diproyeksikan membuat lebih banyak armada merapat serentak. Langkah antisipasi ini juga dirancang untuk memecahkan kendala surutnya air laut yang sering menghambat kegiatan bongkar muat komoditas nelayan.
Perluas Daya Tampung Ruang Pendingin
Selain fokus merombak dermaga, otoritas pemerintah daerah turut memprioritaskan peningkatan daya simpan komoditas laut. Infrastruktur penyimpanan berpendingin yang tersedia saat ini dinilai tidak sanggup menampung volume pasokan tangkapan yang kian meningkat.
Saat ini, PPI Pomako hanya ditopang cold storage bervolume 200 ton serta 20 ton, didampingi unit pabrik es berkapasitas 10 ton. Nantinya, daya tampung fasilitas rantai dingin itu bakal diperbesar demi menampung kuantitas hasil tangkapan nelayan yang melimpah.
Peningkatan daya tampung pelabuhan serta pembenahan mutu operasional diyakini berpeluang besar melipatgandakan PAD, terutama pos retribusi tambat labuh. Per Oktober 2026, realisasi pendapatan retribusi PPI Pomako telah menyentuh angka Rp40 juta, jauh melampaui target awal sebesar Rp25 juta.
Pundi-pundi kas daerah diproyeksikan kian tumbuh pesat jika kapasitas sandar pelabuhan bertambah serta semakin banyak kapal tertampung. Pemprov juga mengagendakan instalasi jaringan air bersih dan daya listrik di kawasan pelabuhan agar operasional kapal memanfaatkan arus PLN langsung, sekaligus menekan konsumsi genset.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.


