Perum Bulog Cabang Medan senantiasa memaksimalkan serapan gabah dari petani lokal Sumatera Utara kendati angka capaian telah menembus 112 persen dari target. Kebijakan ini dijalankan guna memperkokoh ketersediaan cadangan pangan nasional.
MEDAN – Perum Bulog Kantor Cabang Medan, Sumatera Utara, konsisten menggenjot pengadaan gabah kering panen petani walau volume realisasinya sudah melampaui sasaran target tahun berjalan. Tindakan terukur tersebut diterapkan demi memantapkan ketahanan cadangan pangan pemerintah pada kawasan operasionalnya.
Pemimpin Cabang Perum Bulog Medan, Lutfillah Barus, menyatakan komitmen jajarannya untuk tetap menyerap hasil panen para petani lokal walau sasaran tahunan sudah terlewati. "Kami tetap melakukan penyerapan gabah dari petani di wilayah kerja walaupun sudah mencapai target tahunan," tuturnya saat ditemui di Medan, Senin.
Sampai dengan tanggal 17 Oktober 2026, akumulasi penyerapan gabah menyentuh kisaran 112 persen atau sebanding 34.696 ton gabah. Apabila dialihwujudkan ke bentuk beras, jumlah tersebut setara dengan 17.348 ton beras, melewati target semula yang dipatok 31.000 ton gabah atau setara 15.500 ton beras.
Peluang Tambahan Pasokan Gabah Jelang Tutup Tahun
Lutfillah menerangkan bahwa aktivitas transaksi serapan komoditas gabah langsung dari petani dipastikan terus berjalan. Pasalnya, beberapa kawasan sentra produksi Bulog Medan, termasuk Kabupaten Langkat serta Kabupaten Serdang Bedagai, masih melangsungkan masa panen raya. "Estimasi penyerapan gabah di daerah tersebut bisa mencapai 3.000 sampai 4.000 ton lagi sampai Desember 2026, sebagai upaya dalam memperkuat stok pangan," kata dia.
Seluruh pasokan gabah yang dihimpun bakal diproses menjadi beras guna memenuhi cadangan logistik pemerintah. Stok beras ini nantinya dialokasikan untuk menyokong agenda strategis, semisal Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta pendistribusian beras bantuan pangan bagi masyarakat penerima manfaat.
Selaku institusi yang mengemban mandat ketahanan pangan negara, Bulog melakukan pembelian gabah petani mengacu regulasi Harga Pembelian Pemerintah (HPP) senilai Rp6.500 per kilogram. Demi memaksimalkan pengadaan bahan pangan menjelang akhir tahun, Bulog terus menggencarkan kegiatan edukasi dan menjalin kolaborasi erat bersama gabungan kelompok tani (gapoktan), jajaran pemda, serta para pemangku kepentingan.
Materi berita ini diproduksi melalui pemanfaatan kecerdasan buatan.


