Ekspor Kopi Indonesia Cetak Rekor, Produktivitas Masih Tertinggal dari Vietnam

Posted on

Jakarta, CNBC Indonesia – Produksi kopi nasional melonjak 6,44% sampai menyentuh 807.580 ton sepanjang 2024 menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), menjadi pencapaian tertinggi dalam sepuluh tahun belakangan. Sementara itu, nilai pengapalan kopi Indonesia pada 2025 sukses membukukan rekor teranyar dengan angka menembus Rp 44,87 triliun.

Sujonsen selaku Ketua Harian BPP Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) menyatakan bahwa lonjakan ekspor tersebut terdorong kenaikan harga jual komoditas yang mencapai kisaran USD 8 hingga 9 per kilogram. Bertambahnya kuantitas volume barang yang dikirim turut memperkuat kinerja penjualan kopi asal Tanah Air ke pasar global.

Permintaan varietas lokal khususnya robusta sejatinya melesat tinggi, namun suplai domestik masih terhambat akibat produktivitas lahan petani yang cuma berada di rentang 700 sampai 800 kilogram per hektare. Kapasitas panen ini tertinggal jauh di bawah Vietnam yang mengantongi 2 ton per hektare serta Brasil dengan capaian 1,5 ton per hektare.

Kolaborasi nyata antara aparatur pemerintah, pelaku bisnis, dan petani amat dibutuhkan guna membenahi tata kelola agribisnis perkebunan. Sebab, 98% komoditas berasal dari kebun rakyat, sehingga langkah perbaikan mutlak menyasar sektor penyediaan bibit unggul, pemupukan optimal, program peremajaan batang, sampai tahapan pascapanen.

Guna menilik lebih dalam peluang serta rintangan industri komoditas ini, saksikan obrolan Bunga Cinka bersama Sujonsen dari AEKI dalam siaran Squawk Box, CNBC Indonesia (Kamis, 08/10/2026).