Dukungan ARF untuk Menteri Bahlil: Manfaat Ekspor SDA Mesti Mengalir Penuh ke Tanah Air

Posted on
banner 336x280

ARF mendesak agar seluruh keuntungan ekspor sumber daya alam dapat dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat Indonesia.

JAKARTA — Langkah Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang menginginkan pengiriman komoditas sumber daya alam (SDA) nusantara disalurkan langsung menuju negara pembeli, didukung penuh Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar, Abdul Rahman Farisi. Ketetapan itu dipandang mampu mempertegas kontrol domestik atas niaga bahan mentah sekaligus memperbesar potensi pendapatan kas negara.

banner 468x60

Abdul Rahman menyatakan bahwa Indonesia patut memaksimalkan pendapatan riil dari melimpahnya cadangan kekayaan alam nusantara. Pasalnya, laba dari perniagaan komoditas strategis selama ini bukan cuma bersumber dari nominal barang yang dikapalkan, melainkan bersumber pula dari aneka rupa aktivitas penunjang dalam sirkulasi transaksi berskala internasional.

Ia berpandangan, keberadaan negara perantara yang sebetulnya minim menyumbang nilai tambah sudah sepantasnya ditinjau ulang demi memastikan Tanah Air merengkuh profit finansial yang jauh lebih substansial dari kekayaan alam milik sendiri.

“Indonesia jangan hanya menjadi pemilik sumber daya alam, sementara negara lain menikmati keuntungan dari mata rantai perdagangannya. Kita harus memastikan kekayaan alam Indonesia memberikan manfaat ekonomi sebesar-besarnya bagi bangsa sendiri,” tegas Abdul Rahman pada siaran resminya di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Sikap tersebut disuarakan guna menanggapi instruksi Menko Bahlil saat berlangsungnya gelaran Mineral and Batubara Convention and Exhibition (Minerba Convex) 2026 di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Kala memimpin forum bergengsi itu, Bahlil menegaskan jajaran kementeriannya agar menertibkan ekspor mineral dan energi ke pasar dunia, supaya rantai pasok tidak lagi bergantung kepada negara ketiga yang fungsinya hanya sekadar perantara transit maupun pembukuan administratif.

Bahlil memberi contoh nyata pada komoditas mineral serta gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) yang dipasok ke China, Jepang, serta Korea Selatan. Dia menuturkan pengiriman langsung wajib dikedepankan demi mengokohkan kedaulatan Indonesia atas sirkulasi distribusi komoditas utama.

Valuasi Pengapalan Capai Ratusan Miliar Dolar AS

Abdul Rahman kembali menguraikan bahwa aktivitas perdagangan lintas benua melahirkan dampak perputaran uang yang meluas, melampaui urusan jual beli produk semata.

Tiap pengangkutan kargo melibatkan jejaring layanan jasa, dimulai dari armada perkapalan, fasilitas pergudangan logistik, proteksi asuransi, skema kredit perdagangan, sampai dengan operasional dermaga pelabuhan.

Sektor-sektor pendukung tersebut mengantongi prospek cerah yang bisa terus digarap guna mendongkrak kiprah korporasi nasional di kancah persaingan niaga global.

Dirinya menilai Indonesia mesti memacu kapabilitas industri jasa penunjang ekspor, sehingga keuntungan ekonomi tak semata dinikmati oleh para eksportir serta konsumen global, tapi juga dinikmati para pelaku usaha domestik.

Tingginya potensi tersebut tergambar nyata dalam catatan perdagangan nasional. Merujuk pengumuman resmi Badan Pusat Statistik (BPS) medio Februari 2026, total pengapalan komoditas Indonesia sepanjang 2025 sukses membukukan 282,91 miliar dolar AS, melonjak 6,15 persen dibanding periode tahun silam.

Dari angka agregat tersebut, kontribusi pos nonmigas menyumbang sebesar 269,84 miliar dolar AS.

Bagi Abdul Rahman, tingginya valuasi angka ekspor membuktikan krusialnya upaya memperluas perolehan keuntungan ekonomi dari keseluruhan lini bisnis yang berkaitan erat dengan ekspor.

Wuling Tingkatkan Kandungan Lokal, Lima Model Kendaraan Capai TKDN 60 Persen

Babak Baru Ekspor SDA Inddonesia, Menteri Bahlil Tertibkan Alur Ekspor SDA Tak Lagi Transit

RI Punya Cadangan Nikel Terbesar, Bahlil akan Kendalikan Produksi Agar Harga tak Anjlok

Dukung Menko Bahlil, ARF : Keuntungan SDA Harus Kembali ke Indonesia

Demi Kurangi Ketergantungan Impor Bawang Putih, Amran Ajak China Lakukan Hal Ini

banner 336x280