Optimalisasi kepemilikan kekayaan alam dinilai wajib diiringi program hilirisasi serta pembentukan nilai tambah agar dampak finansialnya kian optimal untuk negeri.
Pandangan tersebut disampaikan oleh beberapa wakil rakyat di parlemen.
Anggota Komisi XII DPR RI Yulian Gunhar menegaskan manajemen bahan tambang mestinya ditujukan ke arah industrialisasi yang mampu menghadirkan nilai tambah, membuka lapangan pekerjaan, serta mendongkrak pemasukan kas negara.
"Kekayaan alam diproses mandiri menjadi industri, memiliki nilai lebih, membuka kesempatan kerja, mendatangkan pemasukan negara, hingga muaranya pada kesejahteraan masyarakat," tutur Gunhar pada RDP bersama Grup MIND ID, melansir keterangan pers di Jakarta, Selasa (15/9).
Sejalan dengan itu, Anggota Komisi XII DPR RI Rokhmat Ardiyan mengajak adanya penguatan kontrol dan pengelolaan sektor mineral, termasuk lewat adopsi kecanggihan teknologi serta penguatan modal.
Ia memandang pemantapan MIND ID amat krusial guna memperluas kontrol domestik sekaligus menjamin kekayaan tambang mendatangkan faedah ekonomi yang jauh lebih masif.
Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan MIND ID Selly Adriatika menyatakan porsi saham mayoritas bangsa terhadap aset strategis mineral patut diwujudkan lewat kecakapan mencetak nilai tambah domestik.
"Porsi kepemilikan dominan Indonesia di PTFI wajib memiliki arti lebih mendalam ketimbang sebatas persentase saham," pungkas Selly.
