Dorong UMKM Naik Kelas, Pertamina Gelar Ajang SMEXPO di Bekasi

Posted on
banner 336x280

Pertamina kembali membuka peluang ekspansi pasar bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah lewat pagelaran ekshibisi produk lokal di kawasan Bekasi.

BEKASI — Penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai tidak cukup hanya bertumpu pada kucuran modal usaha serta program pelatihan teknis semata. Adanya bimbingan berkesinambungan serta keterbukaan jaringan pemasaran memegang peran sangat krusial agar pegiat usaha mampu melipatgandakan kapasitas operasional mereka, sekaligus memicu lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di tengah masyarakat luas.

banner 468x60

Langkah nyata mendorong jangkauan komersial produk lokal terus dibuktikan Pertamina melalui penyelenggaraan agenda Pertamina SMEXPO 2026 yang dihelat langsung di Bekasi pada hari Sabtu (31/10). Melibatkan puluhan mitra, pameran ini dirancang sebagai panggung strategis guna memperkenalkan aneka karya unggulan, mendongkrak transaksi penjualan secara langsung, hingga memicu terbukanya relasi usaha baru serta pembukaan lowongan pekerjaan.

Di antara puluhan peserta yang tampil, hadir Imah Keramik, sebuah jenama asal Bogor yang dinakhodai oleh Sissy. Pelaku usaha kreatif ini menawarkan ragam perhiasan berbahan keramik berkarakter seni tinggi yang dihiasi pahatan khusus, rupa eksentrik, serta sentuhan corak batik demi mempopulerkan kekayaan wastra Nusantara.

Tidak hanya melihat-lihat, para pengunjung stan juga dipersilakan merangkai aksesori gelang keramik sendiri dengan menentukan manik-manik ornamen sesuai keinginan personal. Sissy membeberkan bahwa pameran SMEXPO menjadi momen sangat berharga untuk meluncurkan inovasi karya keramik teranyar yang baru saja ia ciptakan sepanjang tahun berjalan ini.

“Kami membutuhkan sarana seperti SMEXPO untuk memperkenalkan produk ini kepada pasar,” ungkapnya.

Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menerangkan bahwa rangkaian agenda SMEXPO merupakan bentuk pendampingan UMKM terpadu yang digulirkan Pertamina guna menjembatani produsen lokal menuju jangkauan pembeli yang jauh lebih masif.

Program ini sebelumnya telah sukses singgah di deretan kota besar, mulai dari Pekanbaru, Cirebon, hingga Yogyakarta, dan diagendakan segera menyambangi Cilacap sebelum akhirnya menggelar panggung puncak tingkat nasional di ibu kota Jakarta. Penyebaran titik pameran tersebut bertujuan meratakan peluang penetrasi pasar bagi seluruh mitra binaan korporasi yang berdomisili di berbagai pelosok nusantara.

“Melalui SMEXPO, selain membina UMKM, kita juga mempertemukan mereka dengan pasarnya,” kata Arya.

Pada edisi Bekasi kali ini, tercatat 50 UMKM berpartisipasi, di mana 25 pengusaha membuka gerai langsung di arena dan 25 pelaku usaha lainnya mengirimkan kurasi produk untuk dipajang. Pelaksanaan agenda bergengsi ini turut disokong penuh oleh Pertamina Foundation beserta sejumlah anak usaha Pertamina Group, mencakup Patra Jasa, Perta Life Insurance, IHC, serta Pertamina Lubricants.

Ajang temu pasar ini ditargetkan mampu melipatgandakan perolehan omzet para mitra binaan. Arya menekankan bahwa lonjakan pendapatan pelaku UMKM secara otomatis memicu serapan tenaga kerja lokal yang lebih tinggi serta percepatan ekspansi skala bisnis mereka.

“Kalau UMKM mendapatkan penjualan yang bagus, dampaknya juga dirasakan oleh para pekerjanya. Mereka bisa memperluas bisnis dengan lebih cepat dan berpotensi meningkatkan lapangan kerja,” ujarnya.

Pada kesempatan serupa, Direktur Operasi Pertamina Foundation, Gusman Adiwardhana, menyampaikan penegasan mengenai esensinya pendampingan intensif bagi kemajuan UMKM. Dalam pandangannya, terdapat tiga hambatan mendasar yang kerap membayangi pergerakan usaha kecil, yaitu urusan permodalan, jaringan distribusi pasar, dan konsistensi mutu produk.

“Harapannya, UMKM yang mendapatkan pengembangan dan pendampingan bisa berkembang hingga mampu menembus pasar global,” ujar Gusman.

banner 336x280