Jakarta, CNBC Indonesia – PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) mengkalkulasi kebutuhan modal guna menggarap proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Tahap 2 menembus US$ 1 miliar atau sekitar Rp 18,03 triliun (mengacu kurs Rp 18.039 per US$). Pembangunan PSEL babak kedua ini berlokasi di delapan wilayah yang membentang dari Medan sampai Surabaya.
CFO Denera Ramadan Harahap menuturkan bahwa inisiatif yang masuk daftar Proyek Strategis Nasional tersebut dirancang guna menuntaskan persoalan darurat pengelolaan sampah sekaligus memperkokoh daya dukung lingkungan hidup.
"Indikasi awal yang kita terima ini sangat-sangat baik. Kita total pembiayaan itu kurang lebih US$ 1 billion untuk di 8 kota," ujarnya saat gelaran Media Briefing Denera di Jakarta, Senin (19/10/2026).
Ramadan menerangkan tingginya kebutuhan modal raksasa itu memperoleh sambutan luar biasa dari industri perbankan. Jumlah indikasi komitmen pembiayaan yang terkumpul bahkan mencapai lebih dari US$ 4 miliar atau setara Rp 72,17 triliun, merepresentasikan kelebihan permintaan hingga 3,6 kali lipat dari target mula US$ 1 miliar.
"Kita saat ini menerima lebih dari US$ 4 billion atau 3,6 kali oversubscribed. Ini menunjukkan bahwa bank-bank ini sangat mendukung project-project PSEL," terangnya.
Ia memaparkan kalangan perbankan memandang PSEL bukan sekadar fasilitas pembangkit energi komersial murni, melainkan infrastruktur sosial esensial untuk mengatasi kedaruratan sampah dan memulihkan kondisi alam.
Sesuai data Denera, kini ada 34 institusi finansial yang tergabung di panel permodalan. Komposisi ini mencakup 13 perbankan global pakar project finance, institusi keuangan multilateral semacam ADB, AIIB, IsDB, dan KfW, perbankan BUMN Himbara, hingga bank swasta nasional lewat opsi masa pinjaman sampai 23 tahun.
"Jadi kita lihat di sini ada 34 financial institution yang kita bisa petakan menjadi 4 besar, yaitu bank-bank internasional global yang spesialisasinya di project finance, ini ada sekitar 13 bank, bisa dilihat di situ," tambahnya.
Sementara itu, CEO Denera Fadli Rahman menyatakan bahwa pembangunan PSEL Tahap 2 ini tersebar di delapan kawasan, yakni Medan Raya, Kabupaten Bekasi, Lampung, Serang, Semarang, Surabaya, Bogor Raya 2, serta Yogyakarta Raya.
"Di Denera didirikan dengan misi untuk mempercepat transisi Indonesia menuju ekonomi sirkular melalui pemanfaatan sampah sebagai sumber daya bernilai untuk mendukung inovasi dan ketahanan lingkungan nasional," sebut Fadli di agenda tersebut.
Guna mengakselerasi penanaman modal jumbo ini, perseroan menghadirkan mekanisme layanan terpadu satu pintu berkolaborasi bareng Danantara. Melalui pendekatan terpadu ini, para pemodal serta penyedia teknologi memperoleh kemudahan perizinan, pembebasan area tanah, kelengkapan Amdal, hingga pengesahan Perjanjian Jual Beli Listrik (PPA) bersama PT PLN (Persero), demi menekan risiko investasi serendah mungkin.
Berikut detail 8 proyek PSEL Tahap 2:
