Dorong Mobilitas Warga, Pemerintah Luncurkan Stimulus Pemotongan Tarif Transportasi

Posted on
banner 336x280

Potongan harga tiket angkutan umum telah dipersiapkan menyambut masa libur pergantian tahun.

JAKARTA — Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, jajaran pemerintah terus menyalurkan rangkaian stimulus ekonomi berbentuk potongan harga tiket perjalanan di bermacam perayaan akbar. Rangkaian momentum tersebut mencakup Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Natal beserta Tahun Baru, hingga musim libur sekolah. Keringanan biaya ini disediakan bagi segenap jenis moda angkutan, berawal dari pesawat terbang, kapal laut, moda rel kereta api, hingga agenda perjalanan mudik gratis memakai armada bus.

“Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah telah meluncurkan program stimulus ekonomi berupa diskon tarif untuk semua moda transportasi pada sejumlah hari besar. Stimulus ini merupakan langkah nyata pemerintah untuk menggerakkan perekonomian nasional sekaligus memastikan masyarakat dapat terlayani dengan baik selama melakukan perjalanan,” ujar Menhub Dudy di Jakarta.

Pada lini perkeretaapian, potongan harga disalurkan mencapai 30 persen selama masa Natal 2025 serta Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026) dengan alokasi mencapai 1.509.080 kursi. Keringanan tersebut berlaku bagi seluruh kereta kelas ekonomi non-penugasan (Non-PSO/Non-Perintis), dengan armada pendukung sebanyak 156 kereta api reguler beserta 26 kereta api tambahan. Jumlah tiket yang berhasil terdistribusi mencapai 1.700.151 tiket atau setara 113 persen melampaui kuota stimulus.

Memasuki masa Idul Fitri 2026, angka pemesanan tiket menembus 1.295.069 lembar maupun 100,78 persen dari alokasi yang disiapkan. Operasional masa ini didukung oleh 156 armada kereta api reguler ditambah 32 kereta api tambahan. Sementara itu di periode liburan sekolah tahun 2026, realisasi tiket yang dibeli warga membukukan 1.303.191 tiket atau setara 110,95 persen dari pagu stimulus. Layanan tersebut dijalankan dengan mengandalkan 150 rangkaian reguler serta 26 rangkaian tambahan.

Beralih ke sektor pelayaran laut, stimulus harga tiket sukses mengakomodasi pergerakan sampai 2.344.015 penumpang di rentang masa 2025–2026. Data rinciannya memaparkan: masa libur sekolah 2025 (5 Juni–31 Juli 2025) melayani sebanyak 792.992 penumpang, agenda Nataru 2025/2026 (17 Desember 2025–10 Januari 2026) menjangkau 405.751 orang, angkutan Lebaran 2026 (11 Maret 2026–5 April 2026) mencatat 468.966 pemudik, serta libur sekolah 2026 (20 Juni 2026–15 Agustus 2026) mengangkut 676.306 penumpang. Program kelautan ini digerakkan oleh 25 armada kapal PT Pelni yang menjelajahi 25 trayek rute singgah pada 74 pelabuhan laut.

Mengenai sektor angkutan udara komersial, pemberian diskon telah bergulir mulai fase Nataru 2024/2025 dengan rata-rata pemotongan harga sebesar 10 persen dan volume penumpang mencapai 3.020.127 orang. Selama periode Nataru 2025/2026, penurunan tarif rata-rata tiket berkisar 13–14 persen, mencatatkan realisasi penumpang sebesar 3.751.958 orang.

Sedangkan pada masa angkutan Lebaran 2025, angka penurunan biaya rata-rata menyentuh 13–14 persen bersama capaian lalu lintas penumpang sebanyak 3.149.024 orang. Kemudian di momentum mudik Lebaran 2026, depresiasi tarif rata-rata meluas hingga 17–18 persen dengan total pemanfaatan mencapai 3.626.267 orang penumpang.

Pemerintah Kucurkan Stimulus Transpotasi, Harga Tiket Makin Terjangkau

Unair Buka Posyandu Ternak Keliling di Manokwari

ADKASI Dorong Satgas MBG Perkuat Pengawasan dan Kolaborasi

Perluas Akses Sertifikasi, Perprindo Gelar Uji Kompetensi Perdana Teknisi Pendingin

Buat yang Penasaran dengan Industri Tambang, Minerba Convex 2026 akan Digelar