Pemerintah Kabupaten Bogor mendistribusikan sarana pertanian bagi sejumlah kelompok tani dalam upaya mendongkrak hasil panen sekaligus menyokong agenda kemandirian pangan nasional.
CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat, mendistribusikan aneka sarana pertanian kepada para kelompok tani setempat. Inisiatif strategis ini digulirkan demi mengoptimalkan kapasitas pengolahan sekaligus meningkatkan produktivitas panen demi memperkokoh ketahanan pangan wilayah. Penyerahan fasilitas tersebut dilakukan secara langsung oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto ketika menghadiri perayaan puncak Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-46 tingkat Kabupaten Bogor yang berlangsung di Alun-alun Kabupaten Bogor pada hari Minggu.
Berbagai sarana penunjang yang diserahkan meliputi infrastruktur bangunan, mesin penggilingan padi, hingga peranti pengering gabah. Beragam perangkat modern tersebut disiapkan agar tahapan pascapanen masyarakat petani dapat berjalan lebih maksimal dan efisien. Rudy Susmanto menekankan pemberian paket bantuan tersebut adalah wujud konkret komitmen pemda mengawal terwujudnya target kedaulatan pangan nasional dari fondasi pertanian lokal.
"Ketahanan pangan harus kita dukung bersama-sama. Kita perlu terus bersinergi untuk menunjang program pemerintah pusat, di antaranya melalui swasembada beras, gerakan menanam bawang dan cabai, serta penanaman sayuran dan buah-buahan dengan memanfaatkan lahan yang tersedia di seluruh wilayah Kabupaten Bogor," ujar Rudy.
Sokongan Komoditas Lokal serta Penjaminan Mutu Pangan
Tak hanya mesin pemroses padi, Pemkab Bogor mengucurkan alokasi khusus skema Penanganan Daerah Rentan Rawan Pangan (PDRP). Bantuan tambahan mencakup unit pengolahan bahan pangan lokal pengganti beras dan terigu, serta peranti pendukung keamanan konsumsi demi sertifikasi Prima 3.
Rudy memaparkan peningkatan ketahanan pangan mutlak menuntut peran aktif beragam elemen masyarakat. Kemitraan terpadu pemda, serikat tani, sampai pelaku agribisnis serta perikanan adalah faktor penentu keberhasilan. Optimalisasi bidang lahan kosong guna membudidayakan komoditas pangan bernilai harus konsisten digelorakan demi memacu kemandirian masyarakat.
Kemandirian pangan diyakininya menjadi salah satu fondasi utama ketangguhan suatu negara. Target swasembada pangan pun mesti diemban bersama seluruh lapisan. Pembenahan sektor pertanian Kabupaten Bogor ditujukan mengiringi instruksi pemerintah pusat untuk memperbesar kapasitas panen dalam negeri dan memangkas ketergantungan pasokan impor.
Penganugerahan bagi Petani Berprestasi
Pada agenda tersebut, pemda turut menganugerahkan apresiasi istimewa bagi perwakilan kelompok tani beserta kelompok wanita tani (KWT) yang berdedikasi memajukan pangan. Apresiasi mencakup Sertifikat Prima 3, Surat Keterangan Penerapan Penanganan yang Baik (SKPPB), dan predikat Taman Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) terbaik.
Rudy berharap kucuran sarana dan kemitraan erat bersama kelompok tani sanggup memaksimalkan seluruh potensi pertanian daerah, seraya menjamin terciptanya stabilitas pangan berkelanjutan di Kabupaten Bogor.
Materi artikel ini diproses menggunakan dukungan teknologi kecerdasan buatan.


