Bupati Dompu Bambang Firdaus meminta kalangan perbankan secara aktif menerapkan strategi jemput bola guna memperluas jangkauan finansial serta merangkul warga yang hingga kini belum mempunyai rekening bank.
DOMPU – Pemimpin Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Bambang Firdaus mengimbau sektor perbankan untuk membuka akses fasilitas finansial secara luas memakai pendekatan proaktif datang langsung ke lapangan. Strategi jemput bola tersebut dinilai sangat esensial demi menjangkau lapisan masyarakat yang belum mempunyai akun bank ataupun masih menemui kendala dalam memakai sarana perbankan digital di kawasan tersebut.
Bambang menggarisbawahi bahwa pembukaan fasilitas moneter seluas-luasnya amat dibutuhkan agar berbagai faedah dari transformasi teknologi finansial dapat dirasakan secara merata oleh semua elemen masyarakat. Dirinya tidak menghendaki kepraktisan perbankan modern itu semata-mata dimonopoli oleh kelompok masyarakat yang telah terbiasa mengoperasikan gawai pintar semata.
"Saya menyarankan kepada pihak perbankan untuk mengaktifkan sistem jemput bola dalam pembukaan rekening bagi seluruh masyarakat. Perbankan diminta aktif mendatangi masyarakat agar mempermudah kepemilikan rekening," tuturnya saat menghadiri agenda puncak Pasar Keuangan Rakyat serangkaian Bulan Inklusi Keuangan NTB 2026 di Lapangan Beringin, Dompu, Minggu (25/10).
Berdasarkan pandangan Bambang, lompatan kecanggihan teknologi faktualnya telah menyederhanakan cara penduduk dalam memperoleh bermacam layanan transaksi memakai perangkat telepon seluler. Kendati demikian, dirinya mengingatkan kenyataan bahwa kemudahan serba praktis tersebut sama sekali belum menyeluruh menyentuh setiap golongan masyarakat. Situasi lapangan tersebut kini menjelma menjadi pekerjaan rumah bersama bagi segenap institusi jasa finansial untuk terus mendongkrak edukasi publik sembari memperlebar daya jangkau operasionalnya supaya seluruh warga sanggup menggunakan instrumen perbankan secara tepat guna.
Penghargaan bagi OJK dan Pesta Finansial Masyarakat
Bambang menyampaikan ungkapan terima kasih sekaligus apresiasi mendalam terhadap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB atas inisiatif menggelar agenda Pasar Keuangan Rakyat ini. Ia memandang hajatan besar tersebut sebagai wujud nyata dalam memajukan pemahaman segenap warga seputar berbagai produk perbankan maupun fasilitas finansial lainnya. Dirinya pun memelihara keyakinan penuh bahwa agenda ini bakal menghadirkan efek berganda yang positif bagi perekonomian lokal lewat kepiawaian masyarakat mengelola dana serta memakai sarana keuangan resmi dengan benar.
Tidak hanya menitikberatkan kemudahan menjangkau fasilitas bank, Bambang turut mengajak warga meningkatkan kecakapan mengatur finansial rumah tangga. Baginya, kecakapan menata pemasukan serta pengeluaran semestinya sudah dipelajari semenjak usia belia demi mewujudkan kemandirian ekonomi keluarga dan memperkuat taraf hidup warga sekitar.
"Mari tanamkan pemahaman dan kesadaran mengelola keuangan sejak dini guna mendorong kesejahteraan dan kemandirian ekonomi rakyat," ujarnya menandaskan.
Pada kesempatan serupa, Deputi Kepala OJK Provinsi NTB, Catur Surya Perwira, menegaskan bahwasanya upaya mendongkrak literasi bersama inklusi keuangan adalah elemen kunci untuk menciptakan kemandirian perekonomian khalayak. Ia memandang krusial kehadiran kolaborasi harmonis antara pemerintah daerah, OJK, perbankan, dan masyarakat demi pemerataan faedah layanan finansial.
Agenda Pasar Keuangan Rakyat yang menjadi puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) NTB 2026 ini digulirkan OJK NTB di Dompu pada 24–25 Oktober 2026, dihadiri jajaran pejabat dan pimpinan jasa keuangan demi memacu pemerataan akses perbankan.


