Donald Trump Tegaskan Israel Bisa Lenyap Jika Iran Miliki Senjata Nuklir

Posted on

Sebanyak sepasang proyektil rudal menyerang Pulau Qeshm, Iran, di tengah langkah Amerika Serikat yang mengklaim aksinya sebagai aksi pembelaan diri di Selat Hormuz. Donald Trump, Presiden AS, menegaskan bahwa Israel beserta kawasan Timur Tengah "tidak akan ada" seandainya ia tak menghentikan langkah Teheran mendapatkan senjata nuklir.

"Tidak ingin diucapkan siapa pun, tetapi semua orang tahu itu benar," tulis Trump melalui akun Truth Social miliknya, sebagaimana disiarkan kantor berita Tasnim, Sabtu (7/11/2026).

Di hadapan para jurnalis, Trump menegaskan, "Masalah Iran ini harus kita tangani, dan kita terus melakukannya."

Sementara itu, Menteri Pertahanan Pete Hegseth menuai kecaman usai Partai Republik tumbang di Kongres pada pemilu sela. Menurut laporan DW, desakan keras tersebut bermuara pada dukungannya terhadap peperangan kontra Iran.

Trump mengakui dampak agresi militer tersebut terhadap suara pemilu sela. Kepada awak media, ia menyebut masyarakat kesal lantaran konflik delapan bulan itu memicu lonjakan drastis pada harga bensin maupun solar.

Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, membela Hegseth dengan menyatakan pimpinannya "tidak akan mundur atau terhalang oleh politisi yang berupaya meraih keuntungan politik atau melancarkan penyelidikan palsu di mana tidak ada kesalahan yang terjadi."

Sebaliknya, Perwakilan Jason Crow mengecam keras, "Saya akan menindak Pete Hegseth. Dia bukan hanya tidak kompeten dan korup, tetapi juga merusak keamanan nasional kita dan keselamatan pasukan kita." Rekannya, Adam Smith, menegaskan agenda utama mereka yakni "melakukan pengawasan ketat terhadap Departemen Pertahanan dan Pemerintahan Trump," termasuk atas "perang ilegal melawan Iran."

The Conversation mengulas bahwa Partai Demokrat berpeluang memanfaatkan investigasi, pemanggilan resmi, pengajuan dokumen, serta dengar pendapat umum guna menekan kubu Trump.