Pemerintahan Presiden Rusia Vladimir Putin menaruh harapan besar agar Presiden Amerika Serikat Donald Trump konsisten melanjutkan misinya menyudahi perang di Ukraina. Keinginan Moskow ini terus dipertahankan kendati faksi Republik baru saja menelan kekalahan telak pada kontestasi pemilihan umum sela di AS.
Melansir laporan Russia Today, Kamis (5/11/2026), Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov diberondong pertanyaan oleh para awak media pada Rabu kemarin. Wartawan menanyakan perihal potensi gagalnya diplomasi Moskow dan Washington usai Partai Demokrat berhasil merebut kepemimpinan Kongres AS.
"Presiden Trump tetap menjabat, dan kami sangat berharap bahwa ia akan melanjutkan upaya perdamaiannya," tutur Peskov. "Telah ada kemajuan, dan putaran perundingan trilateral berikutnya akan segera datang."
Ketika disinggung apakah komposisi Kongres baru dapat menghambat terobosan diplomatik Trump, Peskov memilih untuk tidak berandai-andai. Pejabat Kremlin ini memandang situasi politik tersebut murni sebagai ranah internal negara Paman Sam.
Partai Demokrat sukses menyapu bersih kendali Senat serta DPR AS melalui pemungutan suara pada hari Selasa. Keunggulan telak ini otomatis menyudahi dominasi Partai Republik di gedung parlemen menjelang pelantikan resmi pada Januari 2027 mendatang.
Di sisi lain, perwakilan Rusia, Ukraina, beserta AS diagendakan menggelar kembali dialog damai trilateral di Abu Dhabi pada 10-11 November. Ajudan Kepresidenan Rusia Vladimir Medinsky ditunjuk memimpin langsung delegasi Moskow dalam forum penting tersebut.
Peskov menguraikan dialog di Uni Emirat Arab nantinya membedah klausul jaminan keamanan timbal balik yang dibahas secara rahasia. Utusan khusus AS Steve Witkoff sebelumnya juga menegaskan dialog bakal menitikberatkan pada deeskalasi ketegangan militer dan program kemanusiaan.
Pada sesi wawancara lain di hari Selasa, Peskov kembali menegaskan sikap fundamental Kremlin menjelang perundingan itu.
"Jaminan keamanan hanya bisa bersifat dua arah dan keamanan satu negara tidak boleh mengorbankan negara lain," kata Peskov menegaskan.
Di luar pembicaraan stabilitas kawasan, Peskov turut mengapresiasi misi kemanusiaan yang diprakarsai Ibu Negara AS Melania Trump. Melania baru-baru ini berhasil memfasilitasi kesepakatan gencatan senjata lokal enam hari di garis depan kota Alyoshki, kawasan Kherson.
Para petugas kemanusiaan Rusia dan Ukraina memaksimalkan waktu jeda tempur itu guna mendistribusikan aneka logistik penting. Penghentian kontak senjata tersebut turut melancarkan proses evakuasi sekitar 800 penduduk sipil keluar dari zona bahaya.
Ibu Negara AS itu menurut rencana akan mempertemukan utusan delegasi Rusia dan Ukraina di Gedung Putih pada hari Kamis ini. Pertemuan strategis tersebut difokuskan untuk memastikan keberlanjutan berbagai proyek kemanusiaan kedua kubu.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov menegaskan prinsip Moskow terhadap konflik Ukraina tidak akan goyah oleh dinamika pemilu AS. Ia pun secara lugas mengkritik pandangan elite pimpinan Partai Demokrat terhadap Rusia yang dinilainya sangat negatif.
