Dampak Karhutla Indonesia Menjalar ke Malaysia, Langit Kuala Lumpur Tertutup Asap Pekat

Posted on
banner 336x280

Selama beberapa pekan terakhir, kabut beracun dilaporkan telah mengaburkan pemandangan di sebagian daerah Indonesia, Singapura, dan wilayah Malaysia.

Pemandangan jajaran gedung komersial beserta cakrawala perkotaan tampak samar terselubung kabut tebal ketika seorang turis mengabadikan momen di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (13/10/2026).

banner 468x60

Paparan asap beracun terus mengepung sebagian kawasan Indonesia, Malaysia, serta Singapura seiring usaha keras Jakarta dalam memadamkan kobaran api yang melalap hamparan daratan Sumatra dan Kalimantan, memicu kepulan asap ke berbagai penjuru kawasan regional.

Mengutip Reuters melalui data portal Fire Emissions Watch buatan badan pemantau iklim Copernicus kepunyaan Uni Eropa, tingkat emisi kebakaran di Indonesia mencatatkan angka terparah sedunia sepanjang bulan kemarin, bahkan memicu nyaris separuh total emisi dunia pada rentang tujuh hari belakangan.

Pemerintah Malaysia terpaksa meliburkan kegiatan sekolah di sejumlah negara bagian sekaligus mengajukan bantuan teknis guna menanggulangi karhutla di tanah air. Kepala cabang koalisi Pakatan Harapan Johor pimpinan Perdana Menteri Anwar Ibrahim, Andrew Chen Kah Eng, secara tegas menyatakan Indonesia “harus bertanggung jawab.”

Pembaruan catatan resmi perihal kerusakan luasan lahan terpapar karhutla belum dilakukan kembali semenjak Juli, saat kebakaran melumat 202.000 hektare atau 500.000 acre. Pihak Kementerian Kehutanan berdalih masih memerlukan proses waktu guna menuntaskan verifikasi angka data terkini.

Di lain pihak, organisasi pemerhati lingkungan Auriga mendata lebih dari 637.000 hektare daratan rusak terhitung Januari hingga Agustus tahun berjalan, setara sembilan kali ukuran luas Singapura. Bahkan platform pengawas deforestasi Nusantara Atlas memperkirakan luasan yang lebih masif, mencapai hampir mendekati 900.000 hektare.

banner 336x280