Pemerintah Kabupaten Buleleng menyiagakan petugas medis beserta armada ambulans di sebanyak 21 titik SPBU demi mencegah gangguan fisik masyarakat akibat keletihan saat mengantre BBM.
BULELENG – Pemerintah Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, bertindak cepat melalui penempatan tenaga kesehatan (nakes) dan kendaraan ambulans di area stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Kebijakan proaktif tersebut dipersiapkan untuk menanggulangi risiko gangguan kondisi fisik para pengguna kendaraan yang mengantre giliran pengisian bahan bakar minyak (BBM).
"Kalau ada warga masyarakat yang antre BBM kemudian mengalami kelelahan atau masalah kesehatan lainnya, mereka bisa segera ditangani,” tegas Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra setelah meresmikan acara Konsolidasi dan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) PWI Buleleng, Kamis.
Arahan tegas tersebut langsung diinstruksikan Bupati Sutjidra menuju jajaran seluruh puskesmas yang menaungi area berdirinya fasilitas SPBU. Pihaknya mengimbau pusat layanan kesehatan tingkat pertama itu tetap waspada penuh guna menyalurkan tindakan pertolongan pertama bagi penduduk yang membutuhkan penanganan darurat.
Antisipasi Insiden Kelelahan
Langkah penyiagaan ini menjadi respons konkret pemerintah daerah terhadap kabar mengenai insiden warga di kawasan luar Buleleng yang terdampak masalah fisik hingga jatuh pingsan akibat kelelahan pasca mengantre minyak berjam-jam. Bupati Sutjidra menyatakan rasa prihatin mendalam terkait keadaan yang tidak diharapkan tersebut.
Dirinya menggarisbawahi bahwa kesiapan personil medis beserta unit ambulans amat vital supaya masyarakat yang didera letih atau menderita masalah kebugaran lain lekas memperoleh intervensi pertolongan medis yang akurat. "Dari 20 puskesmas yang ada, saya kira itu sanggup untuk mengcover 21 SPBU di seluruh Buleleng,” jelasnya.
Pengamanan dan Imbauan
Selain mengerahkan sarana pertolongan medis, Pemkab Buleleng pun mengerahkan barisan petugas Dinas Perhubungan serta personil Satuan Polisi Pamong Praja. Keterlibatan petugas penertiban di lapangan ditujukan guna memperkuat kelancaran lalu lintas sekaligus memastikan suasana tetap tenang dan tertib selama aktivitas antrean bensin.
Bupati Sutjidra memaparkan bahwa jajaran birokrasi daerah terus memantau ketersediaan pasokan energi serta jalur suplai ke khalayak. Dirinya mengajak seluruh kalangan warga untuk tidak cemas serta membeli bahan bakar proporsional menurut kebutuhan harian agar antrean tak makin parah. "Jangan ikut panik tidak ada BBM, BBM itu ada, tetapi perlu kita tunggu untuk pendistribusiannya,” pesannya.


