Cegah Penyimpangan Anggaran, Pemkot Ambon Resmikan Platform Digital SI-BAILEO

Posted on
banner 336x280

Pemerintah Kota Ambon mulai mengoperasikan SI-BAILEO, sebuah inovasi pengawasan digital guna memperketat kontrol program kerja sekaligus mencegah potensi kecurangan sedini mungkin.

AMBON – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon secara resmi meluncurkan sarana pengawasan internal berbasis teknologi informasi bernama SI-BAILEO untuk mengoptimalkan pemantauan agenda satuan kerja. Platform tersebut disiapkan guna mengenali indikasi pelanggaran lebih awal lewat metode pencegahan.

Kepala Inspektorat Kota Ambon, Selly S.P. Kalahatu, pada Rabu (4/11) di Ambon, memaparkan bahwa SI-BAILEO merupakan akronim dari Sinergitas Informasi Balai Audit, Monitoring, dan Evaluasi Online. Terobosan ini menggeser paradigma audit yang mulanya condong reaktif sesudah kasus terjadi.

"SI-BAILEO merupakan inovasi pengawasan yang dikembangkan untuk memperkuat fungsi Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dalam mengawal jalannya pemerintahan daerah," kata Selly.

Aplikasi ini menjadi proyek perubahan yang diinisiasi bersama jajaran Inspektorat pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVIII Tahun 2026. Keberadaan instrumen digital tersebut ditujukan agar peninjauan, supervisi, serta penilaian aktivitas instansi daerah terlaksana makin berdaya guna dan tercatat secara rapi.

Cegah KKN dan Perkuat Tata Kelola

Pemanfaatan SI-BAILEO ditargetkan guna menekan celah korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), seraya memelihara mutu tata kelola kas daerah. Selly menerangkan bahwa pembangunan platform ini disusun melalui tiga fase berjenjang.

Langkah awal berfokus pada pendirian mekanisme peringatan dini pada lingkup Inspektorat beserta beberapa organisasi perangkat daerah (OPD). Fase kedua mencakup ekspansi pemakaian serta konsolidasi data ke seluruh unit dinas. Tahap pamungkas mengarah pada pematangan sistem audit elektronik yang padu dan berkesinambungan.

"Sistem tersebut nantinya diharapkan menjadi sumber informasi bagi pimpinan daerah dan OPD dalam melakukan evaluasi serta mengambil keputusan berdasarkan data yang akurat dan terkini," ujar Selly.

Peresmian SI-BAILEO dipimpin langsung oleh Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena bertempat di Balai Kota Ambon. Beliau menyokong total kehadiran aplikasi ini demi mempercepat supervisi dan penilaian kinerja birokrasi.

Sebutan SI-BAILEO terinspirasi dari baileo, rumah adat khas warga Maluku yang difungsikan sebagai balai rembuk warga. Filosofi tersebut menyimbolkan tekad gotong royong, transparansi publik, dan akuntabilitas bersama pada tatanan birokrasi pemerintahan.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

Keluarga, Dakwah dan Kepemimpinan

Pemkot Ambon Luncurkan SI-BAILEO, Sistem Digital Deteksi Dini Penyimpangan Anggaran

Pesantren Bebas TB Dirilis, Awali Gerakan Pesantren Sehat Nasional

Satpol PP Karawang Tutup Tempat Hiburan Malam, Kedapatan Jual Ratusan Botol Miras Ilegal

Pidie Jaya Fokus Pulihkan Permukiman dan Layanan Dasar Pascabanjir