Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus berulang di berbagai penjuru nusantara. Setiap periode tahun, bentang area yang terdampak selalu berfluktuasi secara dinamis. Mengacu laporan Sistem Pemantauan Karhutla Kemenhut hingga Juli 2026, terdapat tujuh daerah fokus utama mitigasi, mencakup Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Riau, serta Jambi.
Rekapitulasi tahun 2021 hingga 2026 memperlihatkan lonjakan tajam cakupan karhutla pada 2023. Pada masa itu, Kalimantan Selatan mengalami kebakaran seluas 190.394 hektare. Berikutnya, wilayah Kalimantan Tengah mencatatkan luasan 165.896 hektare, sedangkan area Sumatera Selatan mencapai 132.082 hektare. Statistik ini menegaskan parahnya imbas insiden tersebut pada bentang alam setempat.
Memasuki 2026, upaya pengendalian terus berjalan aktif, khususnya di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah. Data BNPB per 12 Oktober 2026 mencatat kobaran api telah menghanguskan 343,55 hektare lahan pada dua daerah itu. Terlepas dari pengerahan regu darat dan Operasi Modifikasi Cuaca, otoritas mendorong pengawasan jalur udara, langkah pendinginan titik api, sekaligus pemantapan mitigasi siaga pada zona berisiko tinggi.
Infografis Rekam Jejak Kebakaran Hutan dan Lahan dalam 6 Tahun
Simak ulasan aktual dan kredibel melalui Berita Liputan6






