Capaian Realisasi Investasi 2026 Tembus Rp 1.539,2 Triliun, Simak Rincian Lengkapnya

Posted on
banner 336x280

Jakarta – Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengumumkan capaian realisasi investasi sepanjang tahun 2026 yang berhasil menyentuh angka Rp1.539,2 triliun atau setara 75,4% dari target tahunan. Khusus pada Kuartal III-2026, perolehan investasi tercatat mencapai Rp528,7 triliun.

Secara terperinci, porsi modal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) menyumbang Rp761,4 triliun atau 49,5%, sementara penanaman modal asing (PMA) mendominasi dengan perolehan Rp777,8 triliun atau 50,5%.

banner 468x60

Di samping itu, sepanjang periode Januari hingga September 2026, Rosan menerangkan bahwa penyerapan tenaga kerja nasional tembus 2.194.496 orang. Sebaran penanaman modal di Pulau Jawa memberikan kontribusi sebesar 49,4% senilai Rp759,8 triliun, sedangkan wilayah luar Pulau Jawa membukukan porsi 50,6% sejumlah Rp779,4 triliun.

"Jadi untuk lima berlima besar lokasi realisasi investasi, kita hanya cantumkan lima besar, tapi nanti details-nya ada, untuk penanaman modal dalam negerinya yang pertama adalah DKI Jakarta Rp160,1 triliun, kemudian Jawa Barat yang kedua 11,8% atau Rp89,9 triliun, Jawa Timur Rp74,3 triliun, Banten Rp61,1 triliun, dan Kalimantan Timur Rp42,6 triliun atau 5,6%," ujar Rosan di Kompleks Istana Negara, Senin (10/10/2026).

Terkait aliran PMA, Provinsi Jawa Barat menempati urutan pertama dengan capaian Rp139,2 triliun atau 17,9%. Posisi berikutnya diisi Sulawesi Tengah yang terdorong proyek hilirisasi senilai Rp110 triliun atau 14,1%, Maluku Utara Rp91,9 triliun atau 11,8%, DKI Jakarta Rp89,1 triliun atau 11,5%, serta Kalimantan Barat Rp42,7 triliun atau 5,5%.

"Sehingga kalau ditotal, ini biar bisa dilihat oleh ini, ditotal yang pertama DKI Jakarta Rp249,3 triliun atau 16,2%, Jawa Barat Rp229,1 triliun atau 14,9%, Sulawesi Tengah Rp116 triliun atau 7,5%, dan Jawa Timur Rp110,5 triliun atau 7,2%, dan Maluku Utara Rp96 triliun atau 6,2%. Nanti detailnya lagi kita masih ada untuk daerah-daerah lain," urainya.

Berdasarkan klasifikasi sektor usaha, kontributor PMA terbesar berasal dari industri logam dasar, barang logam, bukan mesin beserta peralatannya yang menyentuh Rp246,6 triliun atau 31,7%. Adapun PMDN terbanyak mengalir ke bidang transportasi, pergudangan, serta telekomunikasi senilai Rp117,8 triliun atau 15,5%. Bila kedua kategori tersebut disatukan nilainya tercatat Rp269,2 triliun atau 17,5%.

Berdasarkan asal negara, pemodal terbesar masih dipimpin Singapura sejumlah US$14 miliar atau 29,6%. Posisi kedua diisi Hong Kong dengan US$12,8 miliar atau 27,2%, diikuti Tiongkok US$5 miliar atau 10,5%.

"Jadi sebenarnya kalau Hong Kong sama Tiongkok digabung sebenarnya mereka sudah lebih besar daripada Singapura ya, kalau digabung ini menjadi US$17,8 miliar berbanding Singapura yang hanya US$14 miliar kalau di-combine. Yang keempat adalah Amerika Serikat US$3,4 miliar dolar atau 7,1%, dan Jepang US$2,6 miliar atau 5,6%," jelasnya.

Realisasi di sektor hilirisasi mencapai Rp480 triliun atau 31,2% dari target, yang menurut Rosan mencatatkan kenaikan 11,3%. Ia menjelaskan porsi terbesar berasal dari mineral seperti nikel, bauksit, besi baja, tembaga, pasir silika, dan komoditas lainnya senilai Rp335,1 triliun. Bidang perkebunan serta kehutanan menyusul Rp83,6 triliun, minyak dan gas bumi Rp54 triliun, serta perikanan dan kelautan Rp7,3 triliun.

"Tetapi memang, khusus untuk hilirisasi, luar Jawanya investasinya itu mencapai 78% dari total investasi hilirisasi yang masuk, kurang lebih Rp373,1 triliun berbanding di dalam Jawa 22% atau Rp106,9 triliun," tutupnya.

banner 336x280