Bapanas Tarik 12 Merek Beras Fortifikasi Bermasalah dari Pasar

Posted on

Badan Pangan Nasional (Bapanas) membeberkan bahwa sebanyak 12 dari total 25 merek beras fortifikasi yang bermasalah telah resmi ditarik dari pasaran.

Di sisi lain, produk dari merek-merek sisanya tengah berada dalam tahapan penarikan setelah otoritas menemukan adanya ketidakcocokan antara formulasi produk dengan keterangan pada label kemasan.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa segenap produsen beras fortifikasi diwajibkan menyetop tindakan manipulasi serta memastikan komoditas yang dipasarkan selaras dengan izin edar dan klaim nutrisi pada wadahnya.

"Tidak boleh. Tidak ada kata lain, kecuali memenuhi kebutuhan masyarakat. Sekarang beras fortifikasi, dia melakukan manipulasi, ditindak tegas, dihukum seberat-beratnya," tegas Amran dalam siaran pers, Jumat (18/9).

Hasil pengawasan itu mencakup 25 jenama beras fortifikasi milik 11 entitas usaha. Lembaga pangan nasional menyatakan seluruh produsen tersebut telah dilayangkan surat peringatan melalui Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) di bawah koordinasi Bapanas.

Jajaran OKKPD yang dilibatkan dalam inspeksi ini mencakup wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Sumatera Utara.

Hingga pekan pertama September 2026, semua jenama beras fortifikasi yang terjerat temuan dipastikan sudah menyetop aktivitas produksinya.

Dari keseluruhan jenama itu, 12 merek sudah menuntaskan penarikan persediaan dari etalase niaga, sedangkan sisanya masih menyelesaikan tahapan pembersihan stok.

Amran menekankan beras fortifikasi semestinya tak dijadikan celah oleh kalangan bisnis untuk mendulang untung lewat harga mahal tanpa pemenuhan klaim kemasan. Jenis beras ini juga bukan dirancang sebagai substitusi beras premium.

"Beras fortifikasi bukan untuk menggantikan beras premium. Coba perhatikan, ini terjadi pergeseran. (Beras) premium dulu (tahun 2025) ditindak. Sekarang muncul fortifikasi. (Jadi) ini bergeser," ungkap Amran.

Bapanas merinci bahwa 25 merek itu disinyalir melanggar standar kualitas dan kadar nutrisi SNI 9314:2024 tentang kernel beras fortifikan serta SNI 9372:2025 terkait beras fortifikasi.

Persoalan ini menuai atensi besar lantaran beras fortifikasi kerap dibanderol melampaui harga eceran tertinggi (HET) kategori medium maupun premium. Pihak regulator mengalkulasi potensi kerugian masyarakat akibat penyimpangan mutu ini menembus angka Rp89 triliun.

Kalkulasi kerugian didasarkan pada selisih rata-rata nilai pasar beras fortifikasi yang mencapai Rp23.385 per kilogram (kg) terhadap patokan harga wajar Rp13.689 per kg.

Margin senilai Rp9.695 per kg tersebut lalu dikalikan estimasi 30 persen konsumsi beras nasional per tahun yang berkisar 9,2 juta ton.

Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo memandang indikasi manipulasi ini wajib diusut tuntas oleh pemerintah, mengingat masyarakat luas tidak memiliki fasilitas memadai guna memverifikasi kebenaran gizi pada bungkus beras.

"Masalah klaim vitamin tidak pernah bisa dibuktikan oleh konsumen, karena konsumen ini kan tidak mengecek satu per satu. Namun faktanya dengan kenaikan harga yang begitu besar atau begitu tinggi mencapai 20 sampai 30 persen, ini ada pelanggaran yang sangat serius," ujar Firman lewat stasiun televisi nasional, Kamis (17/9).

Berdasarkan keterangan Bapanas, ulah curang ini disinyalir melibatkan badan usaha, sehingga sanksi yang membayangi meliputi denda administratif, ancaman pidana kurungan, hingga pencabutan izin bagi korporasi yang terbukti menyimpang.

Firman turut menyarankan agar pemerintah meniadakan klasifikasi beras fortifikasi dan merevisi aturan niaga agar varian beras di pasaran disederhanakan menjadi medium serta premium saja.

"Kalau yang (temuan) fortifikasi ini sudah ditemukan fakta seperti itu, maka sebaiknya pemerintah tegas, membuat regulasi yang betul-betul bisa mengamankan kepada semua pihak, yaitu tidak perlu lagi beras fortifikasi. Beras fortifikasi dihapuskan saja, supaya pengusaha juga fokus kepada beras premium," sebutnya.

Berikut daftar 25 merek beras fortifikasi dalam catatan pemerintah: 1. Idola Fortifikasi 2. Idola High Quality Whole Grain Rice 3. Idola Long Grain Rice 4. Ikan Mas Cupang 5. AAA Wijaya Kusuma 6. Cantik Manis 7. Penari Bangkok 8. Topi Koki Short Grain 9. Topi Koki Setra Royale 10. Topi Koki Long Grain Crystal 11. HOK-1 Gohan 12. Maknyuss Pulen Gizi 13. Anak Raja Fortifikasi 14. Anak Raja Nusantara 15. Top Anak Raja 16. PMS Induk Ayam 17. Sumo 18. Rasvit 19. FS Nutri Rice 20. Pelikan 21. Rice Rojolele 22. Super Kepala Beras Premium 111 23. 111 Golden Number 24. Putri Koki 25. Wellfarm Beras Diabetes.