Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sukses menyabet apresiasi Gadjah Mada Digital Transformation Governance Index (GM-DTGI) 2026 yang diberikan FEB UGM berkat keunggulan tata kelola transformasi digital serta penerapan SPBE.
Apresiasi bergengsi GM-DTGI 2026 dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) resmi dianugerahkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur. Daerah di ujung timur Pulau Jawa ini dinobatkan sebagai peringkat pertama terbaik terkait manajemen transformasi digital, terutama dalam penerapan kebijakan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Prosesi penyerahan apresiasi tersebut berlangsung pada agenda Seminar Nasional bertema "Artificial Intelligence untuk Pemerintah Daerah: Mengakselerasi Transformasi Digital dan Peningkatan Kinerja di Tengah Peluang dan Tantangan" yang diselenggarakan di Auditorium MM FEB UGM. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa raihan membanggakan ini tercipta berkat soliditas serta kolaborasi seluruh jajaran aparatur daerah.
"Penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran Pemkab Banyuwangi untuk menghadirkan transformasi digital, di mana bukan sekadar menghadirkan teknologi, tetapi sebagai instrumen untuk mempercepat pelayanan, memperkuat tata kelola dan memudahkan masyarakat mendapatkan layanan publik," tutur Ipuk saat berada di Banyuwangi, Jumat.
Ipuk menilai capaian ini mencerminkan pengakuan nyata atas konsistensi dan sinergi segenap aparatur sipil dalam merumuskan sistem kepemerintahan yang makin berdaya guna, terbuka, serta mengedepankan kepuasan warga. Langkah perbaikan sistem digital di Banyuwangi dirancang berkelanjutan lewat pemantapan payung hukum, penyatuan platform terpadu, penguatan kecakapan pegawai, sampai penyediaan variasi program daring yang menyentuh level pedesaan.
"Transformasi digital harus memberikan manfaat bagi masyarakat, oleh karena itu kami terus mendorong integrasi layanan, memperkuat tata kelola data, meningkatkan kapasitas aparatur dan memastikan inovasi digital yang dikembangkan benar-benar menjawab kebutuhan warga," imbuhnya secara terperinci.
Bupati perempuan tersebut turut mengungkapkan rasa syukur mendalam kepada otoritas pusat atas sokongan dan kepercayaan strategis yang diberikan kepada wilayahnya dalam memacu modernisasi teknologi secara konsisten. Bukti konkret kepercayaan pusat itu terlihat dari penunjukan Banyuwangi sebagai daerah rujukan implementasi digitalisasi program Bantuan Sosial (Bansos) memanfaatkan platform Portal Perlinsos.
"Ini adalah sebuah kepercayaan yang berharga, di mana Banyuwangi menjadi model 'laboratorium hidup' transformasi digital pemerintahan daerah untuk menciptakan sistem perlindungan sosial yang lebih baik secara nasional," pungkasnya mantap.
Materi informasi ini disusun melalui bantuan kecerdasan buatan.





