Antisipasi Bencana Hidrometeorologi Akhir 2026, Pemkot Bogor Gelar Apel Siaga Lintas Sektor

Posted on
banner 336x280

Aparatur gabungan yang terdiri atas unsur TNI, Polri, serta warga disiagakan oleh jajaran Pemerintah Kota Bogor melalui apel siaga guna menghadapi ancaman banjir bandang, tebing longsor, dan pohon tumbang menjelang penutupan tahun 2026.

Pemerintah Kota Bogor di Provinsi Jawa Barat secara resmi mengonsolidasikan seluruh daya lintas sektor demi mengantisipasi potensi ancaman cuaca ekstrem hidrometeorologi pada penghujung tahun 2026. Kebijakan terpadu ini dihadirkan guna merespons lonjakan intensitas hujan lebat yang berisiko tinggi membangkitkan genangan banjir, pergeseran tanah longsor, hingga musibah pohon tumbang pada penjuru wilayah setempat.

banner 468x60

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, sesudah memimpin langsung jalannya apel kesiapsiagaan terpadu di Markas Komando BPBD Kota Bogor, Jumat, menegaskan jika langkah antisipasi tersebut mengikutsertakan kekuatan TNI, kepolisian, seluruh satuan kerja perangkat daerah, sampai ke kelompok warga pada tingkat kelurahan. Dirinya menilai penanganan ancaman bencana menuntut adanya kesamaan derap langkah serta koordinasi matang antar pemangku kepentingan.

"Bahwa pencegahan lebih baik daripada penanganan saat darurat. Sekaligus menetapkan status siaga darurat bencana dengan melibatkan seluruh stakeholder," sebut Jenal.

Penguatan Mitigasi Hingga Tingkat Kelurahan

Jenal menerangkan, upaya preventif terus diperluas secara terpadu hingga menyentuh lini kelurahan lewat optimalisasi gerakan Kelurahan Tangguh Bencana serta pembentukan Kecamatan Tangguh Bencana. Pendekatan ini diarahkan demi memitigasi bahaya sejak awal, mengingat Kota Hujan menyimpan banyak titik rawan terhadap terpaan bencana basah hidrometeorologi.

Dirinya turut menggarisbawahi urgensi penyatuan skema mitigasi bencana ke rancangan kerja pembangunan kawasan. "Langkah ini harus masuk menjadi peta risiko bencana di dalam RPJMD maupun RPJPD. Karena yang paling penting adalah mitigasi awal," ucapnya. Selain kesiapan jajaran dinas, partisipasi aktif warga juga sangat dibutuhkan, salah satunya lewat tindakan disiplin tidak membuang sampah sembarangan pemicu banjir.

Pemeriksaan Akhir Kesiapan Personel dan Logistik

Pada kesempatan serupa, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko, menyatakan jika apel siaga lintas sektoral ini bertindak sebagai agenda peninjauan menyeluruh atau final check terhadap kesiapan personel lapangan, perlengkapan operasi, dan ketersediaan logistik untuk mengantisipasi potensi bahaya sepanjang rentang tahun 2026 hingga 2027. "Apel ini digelar sebagai wujud nyata komando kesiapsiagaan terpadu dan sinergi tanpa sekat antarinstansi," tuturnya.

Dimas memaparkan rincian bahwa sejak Januari sampai Oktober 2026, pihak BPBD Kota Bogor bersama jajaran sektor terkait telah menggelar aneka aksi nyata mitigasi lapangan. Bentuk tindakan tersebut meliputi perumusan berkas perencanaan kontingensi banjir dan gempa bumi, serta pemasangan berikut pengoperasian sarana satu unit Sistem Peringatan Dini (Early Warning System/EWS) longsor di Kelurahan Panaragan.

Serangkaian agenda peningkatan kecakapan warga juga rutin terlaksana, mulai dari perhelatan jambore bersama 27 Kelurahan Tangguh Bencana, peluncuran 12 kelurahan tangguh bencana baru, sampai pengesahan 20 Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Upaya strategis lainnya mencakup pembentukan korps Pramuka Tangguh Bencana, kesepakatan Kecamatan Tangguh Bencana se-Kota Bogor, penataan lingkungan serentak, serta peresmian Tim Reaksi Cepat (TRC) lintas sektor.

Peningkatan kesiapsiagaan menyeluruh ini menjadi wujud kepatuhan terhadap amanat Surat Edaran Kepala BNPB Nomor 4 Tahun 2026, yang diperkuat sinergi erat jajaran Pemkot Bogor, Polresta Bogor Kota, serta Kodim 0606/Kota Bogor.

banner 336x280