Puluhan ribu masyarakat melangsungkan unjuk rasa di Italia demi menuntut perbaikan fasilitas publik serta peningkatan penghasilan, sembari mengecam tingginya anggaran militer dan beban hidup.
Aksi mogok nasional dan gelombang protes berskala besar memadati jalanan berbagai kota di Italia pada hari Jumat (30/10/2026). Puluhan ribu elemen buruh, mahasiswa, beserta aktivis menggelar protes untuk mendesak kenaikan gaji, pembenahan layanan publik, dan memprotes mahalnya ongkos hidup serta pengeluaran pertahanan.
Di Genoa, kurang lebih 15.000 pekerja pelabuhan, kalangan pelajar, dan warga memasuki area dermaga. Mereka menentang pemanfaatan dermaga kapal bagi logistik senjata, sembari menekankan aspek keselamatan serta jatuhnya korban jiwa kalangan pelaut akibat perang dari kawasan Teluk sampai Laut Hitam.
Kondisi berbeda terjadi di Turin, saat unjuk rasa berujung kontak fisik di antara barisan demonstran dengan aparat antihuru-hara. Pihak kepolisian terpaksa menyemprotkan meriam air guna menghalau mahasiswa serta aktivis berhaluan kiri yang mencoba menerobos barikade di kantor prefektur.
Sementara di Roma, massa mengibarkan berbagai spanduk dan bendera di bawah kawalan ketat polisi pengendali massa. Beberapa kelompok demonstran bahkan berniat memasang tenda untuk menginap di jalanan sampai akhir pekan tiba.
Unjuk rasa turut menyasar Napoli, di mana para peserta aksi memasang spanduk berbunyi "You don't change things with good manners" yang bermakna "Kamu tidak mengubah keadaan dengan bersikap sopan" tepat di air mancur Piazza Garibaldi.
Rangkaian demonstrasi ini digerakkan oleh seruan serikat buruh independen Unione Sindacale di Base (USB) yang menginisiasi mogok kerja selama 24 jam penuh. Gerakan serentak tersebut diagendakan berjalan di lebih dari 40 kota di seantero Italia.
Gejolak protes senada menjalar ke berbagai penjuru Eropa, mencakup Prancis, Spanyol, Belgia, serta Albania. Melonjaknya biaya kebutuhan hidup menjadi pemicu dominan yang memaksa ribuan rakyat di benua tersebut turun menyuarakan tuntutan.








