Aksi Cepat PTK Pasang Oil Boom Tangani Insiden KMP Batumandi di Selat Sunda

Posted on
banner 336x280

Pertamina berkontribusi meminimalkan ancaman kerusakan ekosistem laut.

JAKARTA — PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) langsung bergerak sigap membantu proses pemadaman kobaran api sekaligus mengantisipasi potensi risiko lingkungan laut, saat terjun menangani peristiwa kecelakaan Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi di kawasan perairan Selat Sunda pada Selasa, 20 Oktober 2026. Melalui pengerahan Tim Tanggap Darurat Operasional Marine Tanjung Sekong dan Marine Tanjung Gerem, PTK segera mengamankan zona di sekeliling tempat kejadian perkara.

Begitu memperoleh kabar terkait musibah tersebut, Vice President Legal & Relations PTK, Amran Reza, menyatakan bahwa armada Tim Marine PTK lekas meluncur ke lokasi. Selain turut menolong jalannya proses evakuasi, para personel juga mengisolasi perairan tersebut melalui deployment atau pemasangan oil boom, yaitu sarana pembatas terapung di atas permukaan air laut. Oil boom tersebut dimanfaatkan guna membatasi persebaran tumpahan minyak serta melindungi titik-titik sensitif di sekitar titik insiden dengan cara melingkari badan KMP Batumandi. Langkah preventif ini dilakukan sebagai antisipasi andaikata timbul potensi rembesan bahan bakar agar tidak melebar ke luar lambung kapal, khususnya di tengah berlangsungnya penanggulangan darurat.

Amran menerangkan bahwa keikutsertaan unit operasional perairan ini adalah bentuk nyata penerapan pedoman Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) PTK, sekaligus wujud konsistensi korporasi dalam menjaga kelestarian alam bahari.

"Kami menyampaikan rasa prihatin mendalam atas peristiwa yang berlangsung di perairan Selat Sunda. Melalui koordinasi erat bersama instansi berwenang, terlebih karena titik musibah berdekatan dengan wilayah kerja PTK, Tim PTK dari Marine Tanjung Sekong dan Marine Tanjung Gerem lekas bersiaga serta terjun menuju lokasi. Mulai Selasa (20/10) petang sampai detik ini, Tim Marine PTK tetap bertahan di perairan itu berbekal perlengkapan HSSE kelautan," papar Amran.

Amran merinci beberapa sarana penunjang yang telah disiapkan PTK mencakup 11 set oil boom tipe permanen sepanjang 265 meter, 4 unit oil boom tipe sea boom, beserta regu Personel Oil Spill Response. Tidak ketinggalan, diterjunkan pula 1 unit kapal tunda (tugboat) lengkap beserta awak kapal, regu marine, dan personel pendukung lainnya.

Amran melanjutkan, kolaborasi tim gabungan kini memprioritaskan penyelesaian pemadaman fisik kapal, pemantauan kestabilan posisi rentangan oil boom, serta pemeliharaan kesiapan armada maupun personel PTK di sekitar lokasi perairan.

"Kesiagaan operasional dan pilar HSSE merupakan manifestasi tanggung jawab PTK dalam mengawal ekosistem bahari. PTK mengapresiasi respons cepat berbagai otoritas maritim serta pemangku kepentingan terkait, sehingga penyelamatan penumpang beserta awak berjalan lancar, dan proses pemulihan berlangsung kondusif serta terintegrasi," tutur Amran.

PTK Tebar Oil Boom, Gerak Cepat Bantu KMP Batumandi di Perairan Selat Sunda

Transaksi Derivatif Kripto Meningkat, Investor Diimbau Pahami Risiko

Nelayan dan Warga Bantu Evakuasi KMP Batumandi, ASDP Sampaikan Apresiasi

Ditjen Perhubungan Darat Optimalkan Aset Negara untuk Pendidikan

IHSG Hijau Usai Presiden RI Bilang tidak Takut Diancam MSCI