Airlangga Hartarto menginginkan proses legalisasi kesepakatan dagang IEU-CEPA tuntas menjelang akhir pekan ini.
JAKARTA — Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menetapkan sasaran agar berkas Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) segera ditandatangani minggu ini. Langkah pengesahan tersebut sangat krusial guna mengamankan arus ekspor komoditas nasional menuju pasar Benua Biru, menyusul batas akhir skema tarif preferensi Generalised System of Preferences (GSP) pada 1 Januari 2027 yang kian dekat.
"GSP facility kita akan mati. Karena GSP itu kan diberikan kepada negara-negara yang pendapatannya low income. Sedangkan, kita sudah masuk di upper middle income country. Jadi sudah tidak entitled lagi untuk mendapatkan GSP. Makanya solusinya IEU-CEPA segera ditandatangani," papar Airlangga di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Keringanan GSP selama ini menyumbang faedah bea masuk yang signifikan bagi aneka komoditas Indonesia di Uni Eropa, menciptakan daya saing kuat menghadapi negara pesaing tanpa fasilitas setara.
Meski begitu, mulai tahun mendatang status hak istimewa tarif preferensi tersebut resmi dicabut bagi Indonesia.
Oleh sebab itu, Menko Airlangga sangat berharap pembubuhan tanda tangan pakta IEU-CEPA terlaksana akhir pekan ini, agar draf resminya langsung diteruskan menuju meja Parlemen Eropa pada permulaan November.
"Kalau bisa nanti akhir minggu ini bisa ditandatangani, dan awal November 2026 sudah bisa masuk di parlemennya EU. Kalau sudah parlemen EU, kita juga ratifikasi dari Indonesia," imbuhnya.
Kesepakatan IEU-CEPA sendiri diproyeksikan mulai beroperasi aktif pada awal tahun 2027. Saat ini, para delegasi kedua wilayah sedang mematangkan draf final berbahasa Inggris sebelum berlanjut menuju sidang Parlemen Eropa dan tahapan ratifikasi nasional.


