Airlangga Beberkan Tiga Kunci Penting RI Jadi Pusat Data Center AI Global

Posted on
banner 336x280

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan tiga kriteria utama yang wajib dimiliki Indonesia agar mampu bertransformasi menjadi markas industri pusat data di tengah masifnya kemajuan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Tiga aspek vital yang dimaksud mencakup kesiapan tanah, pasokan energi listrik, serta ketersediaan sumber daya air bersih.

banner 468x60

"Kuncinya adalah ketersediaan lahan, ketersediaan listrik, dan ketersediaan air," tutur Airlangga ketika menyampaikan pidato kunci dalam forum BIG Indonesia Insight 2026 di Jakarta, Selasa (6/10).

Airlangga menerangkan bahwa keperluan ruang komputasi server kian melonjak tajam lantaran banyak negara di dunia saling bersaing memajukan sektor kecerdasan buatan. Menurut pandangannya, tanah air sesungguhnya mempunyai berbagai bekal potensial demi menyongsong momentum emas tersebut.

"Kita melihat bahwa kedepan AI itu menjadi game changer sekaligus mendirikan industri baru yaitu industri data center. Sekarang seluruh dunia sedang balapan untuk mengembangkan industri data center," ujarnya.

Dirinya menjelaskan pemenuhan area lahan, aliran listrik, serta sarana air adalah faktor mutlak mengingat perancangan pusat data membutuhkan sokongan sarana infrastruktur berskala masif.

Airlangga menguraikan salah satu zona terpadu yang telah disediakan Indonesia guna mengakselerasi perekonomian digital berlokasi pada kawasan ekonomi khusus (KEK) digital Nongsa di Bintan, Kepulauan Riau.

Kawasan strategis itu dikabarkan telah terisi penuh alias terjual habis, sehingga pihak otoritas pemerintah lekas merancang perluasan area baru demi memfasilitasi lonjakan permintaan pembangunan infrastruktur teknologi komputasi.

"Indonesia dilihat memenuhi persyaratan tersebut maka kawasan ekonomi khusus yang digital di Bintan sudah dalam tanda petik sold out," jelasnya.

Bukan cuma di Bintan, pihak regulator turut mematangkan pembangunan zona klaster pusat data di kawasan Karawang, Jawa Barat. Area Karawang dipandang amat prospektif lantaran lokasinya begitu berdekatan dengan pusat pasar nasional.

Airlangga menambahkan langkah pemerintah yang konsisten mendongkrak ketahanan pasokan daya listrik guna memenuhi lonjakan konsumsi sektor teknologi informasi serta komputasi awan.

Ia memperkirakan pertambahan pasokan listrik nasional pada kurun waktu dua hingga tiga tahun mendatang sanggup menyentuh kisaran angka 500 megawatt.

"Memang menjadi tantangan apakah multiplier efek daripada AI? Pertanyaannya bukan, sebetulnya jawabannya bukan hanya multiplier tetapi ini adalah the future daripada digital," katanya.

Airlangga menegaskan lompatan ekosistem kecerdasan buatan turut menuntut keberadaan pasokan data yang sangat bermutu tinggi. Ketiadaan data yang valid dan terpercaya akan membuat sistem kerja teknologi pintar tersebut lumpuh atau gagal beroperasi maksimal.

"Dimana digitalisasi ini membutuhkan data-data yang credible, tanpa data credible AI itu tidak mampu untuk meng-crawling data yang baik," pungkasnya.

banner 336x280