Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan langkah pengamanan suplai komoditas batu bara bagi pembangkit milik PT PLN (Persero). Dia menginstruksikan jajaran Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) terjun langsung mengawal proses pengadaannya.
Pada awalnya, Bahlil memaparkan cadangan batu bara sektor ketenagalistrikan pada Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sejatinya aman tanpa kendala. Namun, di sejumlah area, Dirjen Minerba tetap dikerahkan guna mengawasi suplai material secara langsung.
"Untuk kebutuhan RKAB di wilayah sekarang Dirjen Minerba sudah merangkap VP Pengadaan Batu Bara. Karena kerjaan sekarang batu bara untuk PLN sudah langsung dikerjakan oleh Dirjen. Hampir tiap hari. Supaya jangan lagi lampu mati alasan RKAB. Ini kita fair-fair saja," jelas Bahlil ketika Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR, Rabu (16/9/2026).
Bahlil turut menggaransi pemadaman arus listrik pada sejumlah daerah seperti Kalimantan serta Sulawesi sama sekali bukan disebabkan persoalan RKAB batu bara.
"Karena di sana memang adalah PLTA, El Nino, kemudian airnya rendah, kemudian kontribusi dari 400 Megawatt tinggal aktif 250. Jadi terjadi kekurangan di sana. Jadi, nah ini memang kesalahan kita juga. Antisipasi dari PLN ini harus kita lakukan secara bersama-sama," pungkas Bahlil.







